Yuk, Kenalan Dengan Keunikan Honai, Rumah Adat Suku Papua

0
693
Suku Dani dengan Rumah Honai yang unik. (Foto: bahastelusuri.blogspot.co.id)

Traveler, ingatkah Anda dengan sebuah rumah adat suku Papua, yang bentuknya bundar dan kecil, atapnya terbuat dari jerami, hampir menutupi rumah seperti rambut? Ya, itulah rumah Honai yang memiliki keunikan.

Tentu Anda masih ingat saat di Sekolah Dasar, berbagai kekayaan suku bangsa di Indonesia dikenalkan oleh guru. Mulai dari lagu daerah, pakaian daerah, adat istiadat, termasuk rumah adat.

Honai sendiri adalah rumah adat suku Dani yang tinggal di Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Selain jadi tempat tinggal, Honai juga multifungsi lho!

Berbagai Fungsi Rumah Honai

Rumah Honai didesain suku Dani untuk melindungi diri dari iklim Papua yang dingin. Rumah Honai sendiri sebutan bagi rumah para pria Papua dewasa yang berbentuk seperti kerucut dan dibangun dari material yang murni 100% dari alam.

Seorang dari suku Dani bersantai menikmati kehidupan. (Foto: bahastelusuri.blogspot.co.id)

Rumahnya cukup sempit, dengan tinggi sekitar 3 meter dan berdiameter  sekitar 5 meter. Meski demikian sempit, rumah adat unik ini biasanya ditinggali sekitar 5 sampai 10 orang.

Berdasarkan fungsinya sendiri, menurut situs Adat Tradisional, rumah Honai dapat dibedakan menjadi 3 bagian. Pertama, rumah bagi Pria (yang disebut Honai). Kedua, rumah bagi wanita (Ebei).  Ketiga,  rumah yang khusus digunakan untuk kandang hewan atau babi (Wamai).

Ketiga jenis rumah Honai ini dari strukturnya terlihat sama persis, hanya saja untuk rumah yang dikhususkan bagi pria ukurannya biasanya lebih tinggi.

Lantai rumah honai ada 2, lantai pertama yang beralas tanah biasanya digunakan untuk tempat berkumpul, bermusyawarah, dan beraktivitas saat malam hari, dan lantai kedua yang beralas papan digunakan untuk tempat tidur.

Makna

Honai bukan hanya sekadar bangunan rumah tempat tinggal semata. Rumah Honai bagi masyarakat Papua juga dianggap sebagai tempat pengajaran kehidupan.

Suasana dalam rumah yang nyaman. (Foto: bahastelusuri.blogspot.co.id)

Ya, Rumah Honai untuk pria digunakan sebagai tempat untuk mendidik para pemuda tentang cara bertahan hidup dan menjadi pria sejati yang bertanggung jawab atas kehidupan kelompoknya.

Rumah Ebei untuk wanita, digunakan sebagai tempat pengajaran bagi para gadis dan anak perempuan. Ya, cara mengurus rumah tangga dan bagaimana menjadi wanita seutuhnya setelah mereka kelak menikah dan memiliki anak perlu diajarkan bukan?

LEAVE A REPLY