Yogyakarta Pasarkan ‘Merapi Lava Tour’ di Vietnam Lho!

0
447
Foto: paketwisatajogja75.com

Traveler, Yogyakarta pasarkan ‘Merapi Lava Tour’ saat di Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018, dalam Hanoi International Center for Exhibition, 29 Maret – 1 April 2018 yang baru lalu. Lima pelaku industri parwisata Yogyakarta yang bergerak dalam biro jasa perjalanan, dilibatkan dalam acara itu.

Dinas Pariwisata Yogyakarta memang  siap menggaet turis asal Vietnam dengan menyuguhkan paket-paket wisata menarik yang memadukan objek wisata Gunung Merapi, pantai yang dipadukan dengan wisata budaya khas Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Aris Riyanta kepada Antara, di sela penyelenggaraan Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018, di Hanoi International Center for Exhibition, memberikan ketrangannya kepada Antara.

Kombinasi Unik Paket Wisata

“Perlu kombinasi wisata yang unik seperti “Merapi Lava Tour”, wisata pantai termasuk desa wisata untuk menarik wisatawan mancanegara termasuk asal Vietnam melancong ke Yogyakarta,” kata Aris.

Destinasi-destinasi baru terus disiapkan sehingga menambah pilihan objek yang akan dikunjungi wisatawan mancanegara yang juga disesuaikan dengan Kalender Tahunan Wisata 2018.

“Mereka (biro perjalanan wisata) ‘berjualan’, meyakinkan pengunjung VITM secara langsung maupun melalui jaringannya di Vietnam, bahwa objek-objek wisata di Yogyakarta sangat menarik dan wajib dikunjungi karena punya ciri khas tersendiri,” kata Aris.

Untuk wisata pengunungan, Yogyakarta gencar mengembangkan destinasi petualangan “Merapi Lava Tour” yang berlokasi di Kaliurang, tepat di kaki Gunung Merapi.

Wisatawan akan diajak naik mobil Jeep menyusuri bekas aliran lahar pasca letusan Gunung Merapi dengan tiga rute pendek dan panjang.

Dari sisi wisata laut, kata Aris, Yogyakarta memiliki puluhan pantai yang indah dan unik serta berpasir putih di kawasan Gunung Kidul, antara lain Pantai Indrayanti atau Pantai Pulang Sawal, Pantai Drini, Pantai Jogan.

Upaya Genjot Wisman

Yogyakarta sendiri,  dalam waktu dekat segera membangun “New Yogyakarta International Airport” di Kulonprogo yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2019.

“Jika sudah beroperasi Bandara Kulonprogo berdampak luas bagi pengembangan industri pariwisata Yogyakarta. Dengan efisiensi waktu maka lama menginap wisatawan mancanegara bisa lebih lama sehingga lebih banyak destinasi wisata yang bisa dieksplor,” terangnya.

Saat ini jumlah turis terbanyak berasal dari Belanda, disusul Malaysia, lalu Jepang . Selebihnya  berasal dari Amerika Serikat, Singapura, Italia, Jerman, Perancis, Korea dan China.

Khusus turis Vietnam, pada tahun 2017 diperkirakan baru mencapai 3.000 wisman, diharapkan bisa mencapai sekitar 4.000-5.000 orang pada 2018.

LEAVE A REPLY