Wah, Eloknya Kampoeng Mataraman Jogja Ini

0
689
Area dan kawasan yang dibangun dengan konsep ala kampung Mataraman yang agraris tempo dulu (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Kampoeng Mataraman yang terletak di Jalan Ring Road Selatan No.93, Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Jogja menawarkan sensasi evokatif perkampungan Mataraman tempo dulu. Konsepnya merupakan resto taman yang dipadu dengan pendekatan kultural budaya Mataraman yang agraris.

Travel Today Indonesia mencoba menemui Mas Aan, salah satu staf di sana untuk menelisik sejauh mana konsep dan keunikan yang ingin dikembangkan.

Kampoeng Mataraman merupakan sebuah konsep yang diangkat untuk menggiatkan ekonomi desa melalui jalur wisata. Tempat ini dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Gerbang masuk kaasan yang memang di desain dengan dana Bundes (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Bumdes di bawah naungan Bumdes Panggung Lestari sudah merintis kampung Mataraman semenjak digulirkannya Undang-undang Desa tahun 2014. Salah satu guna dari Undang-undang Desa ini memang sengaja dimanfaatkan untuk memajukan pedesaan. Maka melalui Bumdes tersebut, dana desa yang ada kemudian dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat dengan membuat konsep resto wisata ini.

Kampoeng Mataraman direncanakan akan terus dikembangkan sebagai kawasan wisata kuliner sekaligus budaya, bahkan juga agrikultural. Saat ini, ada beberapa lahan sawah di sekitarnya yang sengaja ditanami varietas lama, yang memang merupakan bibit padi alami dari desa sebelum masa revolusi hijau.

Kuliner “ndeso” era Mataraman yang mengajak pengunjung menikmati keasrian pedesaan (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Maka, jika mengunjunginya, Anda akan diajak menuju suasana pedesaan yang lengkap dengan perkampungan rumah limasan dengan bangku-bangku yang nyaman. Anda juga diajak mencicipi kuliner ndeso yang lengkap, dari sayur genjer hingga oseng-oseng kacang dengan kudapan ala pedesaan Bantul yang khas.

Rencanannya, juga akan dikembangkan arena pasar kerakyatan yang akan melibatkan potensi Desa Panggungharjo Bantul untuk memasarkan segala produk hasil desa, dari makanan hingga kerajinan. Bahkan, nantinya akan dilengkapi dengan kawasan perkampungan ala Mataraman kuno layaknya desa Galia ala Asterix di komik-komiknya.

Embung yang berada di kawasan persawahan untuk bibit ikan (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Jika di Jawa Timur ada Kampung Indian, nah, di Jogja ada Kampoeng Mataraman yang akan membuat Anda merasakan kampung yang telah hilang di era Mataram yang agraris.

Tentu, hal itu, bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah telaah budaya untuk merajut kembali semangat nilai pelestarian alam dan ekonomi kerakyatan mandiri melawan iklim yang semakin kapitalistik.

LEAVE A REPLY