Woy, Traveler! Festival Bau Nyale 2018 di Lombok, Fix Dimulai!

0
141
Tradisi tahunan suku Sasak Bau Nyale yang banyak diikuti wisman. (foto:www.wisatalah.com)

Wah, Traveler. Festival Bau Nyale 2018 yang amat diminati wisatawan domestik maupun mancanegara itu, fix dimulai hari ini lho! Patai Sener, Kuta, Lombok jadi tempatnya.

Seperti yang pernah Travel Today bahas sebelumnya, pelaksanaan core event Bau Nyale tahun ini, ditetapkan pada awal Maret yakni tanggal 6-7 Maret.

Ini berdasarkan “Sangkep Warige” pemangku empat penjuru mata angin,  yang dilaksanakan di Open Stage Pantai Seger Kecamatan Kuta Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Nah, acara ini dimulai mulai 20 Februari – 6 Maret 2018, namun sesuai petunjuk di atas, tahun ini, puncak pengambilan nyale jatuh pada 7 Maret 2018 dini hari.

Foto: Kemenpar/Facebook

Acara Tahunan Tradisi Suku Sasak

Bau nyale adalah kegiatan tradisional Suku Sasak. Secara harfiah, bau nyale adalah kegiatan menangkap cacing laut. Namun, pada Festival Bau Nyale 2018 ini tidak hanya berisi kegiatan menangkap cacing laut.

Masyarakat Pulau Lombok mempercayai nyale, atau cacing laut, sebagai jelmaan Putri Mandalika yang cantik. Putri Mandalika menceburkan diri ke laut sebagai pilihan. Ia tidak ingin terjadi pertumpahan darah antara para pangeran di Lombok, yang memperebutkan dirinya.

Uniknya, dalam info Kemenpar, Nyale hanya bisa ditangkap setiap bulan Februari tanggal 20. Atau dalam perhitungan tanggal Suku Sasak, disebut 20 bulan 10.

Penetapan malam puncak festival ini tidak sembarangan. Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale diputuskan berdasarkan sangkep warge oleh tokoh masyarakat, tokoh budayawan, tokoh adat dan sesepuh adat lainnya.

Foto: Kemenpar/Facebook

Makna dan Ragam Acara

Puncak upacara terjadi ketika dukun setempat mengarungi laut untuk mengamati pemijahan Nyale dan memprediksi panen padi di masa depan berdasarkan jumlah cacing laut. Tangkapan yang baik merupakan pertanda bahwa panen padi tahun ini juga akan baik.

Nyale secara tradisional, dalam pedomanwisata, dikaitkan dengan kesuburan dan merupakan bagian dari upacara khidmat. Untuk tujuan ini, cacing laut digiling dan ditempatkan di saluran irigasi di sekitar ladang untuk membantu memastikan panen yang baik.

Tahun ini, festival ini juga akan disorot dengan berbagai kegiatan seperti Pawai Kecantikan Putri Mandalika, Seminar Budaya, Lomba Pacuan Kuda Tradisional, Lomba Lari Mandalika 10K, dan Bazaar Produk dan Kuliner.

Juga akan ada Parade Budaya, Pertunjukan Seni dan Budaya, Drama Kolosal Putri Mandalika, Pertunjukan Musikal, Betandaq, dan banyak lagi.

LEAVE A REPLY