Wow, Para Pemikir Pariwisata Tingkat Dunia Bakal Gelar Kongres di UGM

0
431
Ratu Boko, satah satu dari rangkaian destinasi dari kegiatan konggres. (foto: sarangpenyamun.files.wordpress.com)

Critical Tourism Studies (CTS) asosiasi para pemikir pariwisata dunia yang bermarkas di London menggelar CTS–Asia Pasific (CTS-AP) di University Club UGM, 3-6 Maret 2018.

UGM menjadi tuan rumah konferensi internasional pariwisata itu, yang  bertajuk International Conference of Critical Tourism Studies Asia Pasific.

Acara yang diselenggarakan asosiasi pemikir pariwisata dunia (Critical Tourism Studies/CTS)  ini akan menghadirkan 161 pembicara dari 23 negara.

“Kepariwisataan dunia kini mengalami pergeseran paradigma. Jika awalnya pusat dari pariwisata berada di Eropa, kini beralih ke Asia Pasifik,” ujar Prof Dr Wiendu Nuryanti, Guru Besar  di Departemen Arsitektur dan Perencanaan Program Doktoral Tenik Arsitektur UGM , seperti dilansir Radar Jogja.

Foto: www.harianjogja.com

Indonesia yang Unik Layak Jadi Tuan Rumah

CTS menganggap, salah satu negara yang dipandang memiliki percepatan dan dinamika yang tinggi terhadap perubahan pariwisata adalah Indonesia.

Produk yang beragam ditambah dengan kondisi sosial budaya membuat Indonesia memiliki keunikan tersendiri.

“Bagi mereka Indonesia mewarisi banyak sekali peninggalan budaya yang mana budaya-budaya dapat dijadikan bahan untuk meningkatkan kunjungan wisata,” jelasnya.

Upacara Pembukaan Konferensi akan dilaksanakan di Balairung, Gedung Pusat UGM pada hari Sabtu (3/3/2018) pukul 19.00.

Kegiatan Konferensi (Grand Plennary dan Parallel sessions) akan berlangsung selama dua hari penuh di UC pada 4-5 Maret 2018.

Selanjutnya pada 6 Maret 2018, peserta konferensi akan diajak serta mengikuti wisata Sun Rise tour di Candi Borobudur yang disponsori PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

24 Pembahasan Seputar Pariwisata

Pokok bahasan yang disampaikan terdiri atas pemikiran dan gagasan stategis kritis terkait kepariwisataan. Berdasarkan permintaan, ada 24 tema kepariwisataan yang akan diangkat.

Meliputi culture tourism, ethic and sustainability in tourism, transport and mobilities in toursm, tourism and politics, coastal tourism, spiritual tourism.

Selanjutnya, torism and the community, imagining tourism landscapes, tourism and social transformation, tourism development planning, dark and disaster tourism.

Tema-tema ini nantinya akan dibawakan oleh para profesional seperti Dr Chris Gibson dari University of Wollongong Australia, Dr Kathleen M. Adams dari Universitas of Loyola Chicago USA, Dr Ploysri Porananond dari Chiang Mai University Thailand, dan Dr Regina Scheyvens dari Massay University New Zealand.

 

LEAVE A REPLY