Wow, Karnaval Paskah Semarang, Berpotensi Jadi Agenda Wisata!

0
507
Anak-anak SD Kebon Dalem 2 bersemangat dalam Karnaval Paskah 'Srawung' Keberagaman. (Foto: Heny)

Karnaval memperingati Hari Paskah usai digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/4/2018) siang. Acara ini berpotensi menjadi agenda wisata tahunan jika sanggup dikemas secara baik.

Karnaval Paskah digelar cukup meriah di Semarang. Karnaval dimulai dengan pawai dari wilayah Kota Lama, kemudian berjalan menuju Balai Kota di Jalan Pemuda.

Ada begitu banyak peserta yang mengikuti karnaval ini dengan melakukan pawai di sepanjang jalan Letjend Suprapto hingga Jalan Pemuda.

‘Srawung’ Keberagaman

Ribuan warga lintas agama turut memeriahkan Karnaval Paskah Semarang ini. Sesuai dengan tema Karnaval Paskah 2018 “Dengan Kebangkitan-Nya Kita Srawung Keberagaman”.

Srawung sendiri menurut Y Gunawan, Pengajar Religiositas dan Filsafat di Unika Soegijapranata Semarang, adalah sebuah istilah Jawa yang mengandung arti kumpul atau pertemuan yang dilakukan lebih dari satu orang atau kelompok.

Berharap terus berlanjut. (Foto: jateng.tribunnews.com)

Dalam tradisi masyarakat pedesaan, istilah ‘srawung’ sudah akrab di telinga mereka, karena hal itu merupakan media untuk saling bercerita tentang realitas kehidupan.

Srawung mengandung filosofi yang mendalam. Srawung tidak hanya dimaknai sebuah perjumpaan. Dari srawung itulah ada sebentuk rasa yang muncul, yakni belajar, menimba inspirasi (ngangsu kawruh).

Nah, maka dalam Karnaval Paskah Semarang 2018 ini, tak hanya dari kalangan umat Kristen dan Katolik, komunitas lintas agama juga turut ambil bagian dalam Karnaval Paskah yang terlihat sangat meriah itu. Bahkan, warga negara asing juga terlihat menjadi salah satu peserta karnaval.

Jadi Agenda Wisata

Seperti dilansir Kompas Travel, Karnaval Paskah secara resmi dilepas oleh Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setiabudi, Anggota Komisi VI DPR RI Juliari Batubara, Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragam Keuskupan Agung Semarang Aloysius Budi Purnomo hingga Pendeta Natanael Setiabudi.

Dalam sambutannya, Pendeta Natael memuji kekondusifan Kota Semarang sehingga pelaksanaan karnaval berlangsung aman dan meriah. Ibu kota Jawa Tengah ini dinilai Pendeta Natael telah menunjukkan eksistensi keberagaman warganya.

Foto: jateng.tribunnews.com

Karnaval Paskah dirayakan sebagai bentuk memperingati kebangkitan Kristus. Ia pun meminta peserta karnaval menjalani pawai dengan kebahagiaan.

Anggota DPR RI Juliari Batubara di sela pawai mengatakan, karnaval Paskah tidak hanya dimiliki oleh umat yang merayakannya saja. Karnaval yang diikuti semua elemen membuktikan bahwa Kota Semarang menunjukkan entitas keberagaman.

“Ini bukti Semarang itu hebat, bisa mengakomodasi, merayakan berbagai perayaan agama, yang dianut warganya. Ini contoh bagus, karena memang Indonesia beragam dan besar kalau mempertahankan keberagaman,” ujarnya.

Juliari berharap nantinya karnaval dapat dikemas sebagus mungkin, sehingga memungkinkan juga masuk menjadi agenda wisata. Terlebih, start karnaval dimulai dari Kota Lama.

“Harapannya seperti itu juga, dikemas baik. Ini bukan hanya peragaan, tapi pesta keberagaman. Ini juga menjadi wisata karena ikut memperkenalkan Kota Lama,” katanya.

LEAVE A REPLY