Wow, GUSBI Pindah Tempat, Manjakan Wisatawan Borobudur!

0
408
Foto: GUSBI (Galeri Unik dan Seni Borobudur Indonesia)/Facebook

Traveler, sehabis menjelajah Candi Borobudur, wisatawan dapat menyusuri perjalanan selanjutnya ke Galeri Unik dan Seni Borobudur Indonesia alias GUSBI yang sarat dengan edukasinya. Nah, GUSBI yang pindah ke gedung baru ini nampaknya akan semakin membuat wisatawan Borobudur nyaman untuk menyambangi museum apik itu.

GUSBI memang merupakan salah satu museum yang ada di Indonesia. GUSBI bermotivasi edukasi dan bertujuan memberi stimulasi para wisatawan.

Pindah ke Gedung Baru

“GUSBI menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan saat berkunjung ke Candi Borobudur,” kata pimpinan GUSBI, Umar Chusaeni di Magelang, seperti dilansir Okezone.

Hal itu disampaikan usai syukuran penempatan gedung baru GUSBI di Gedung Gunadarma, yang sebelumnya berlokasi di eks-Restoran Dagi kompleks Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB).

Pas untuk wisatawan milenia yang doyan foto, cukup Instagramable kan? (Foto: GUSBI (Galeri Unik dan Seni Borobudur Indonesia)/Facebook)

Di tempat baru GUSBI ini katanya, pihaknya ingin bahwa GUSBI bisa lebih bermanfaat untuk banyak orang, terutama untuk pendidikan.

Menurut dia GUSBI ini sebetulnya juga museum karena di sini tersimpan banyak benda atau foto dan juga pemecah rekor Muri sehingga benda-benda yang dipajang di sini menjadi catatan sejarah bangsa Indonesia.

Selain rekor MURI yang bertaraf internasional, GUSBI juga mengoleksi benda-benda antik yang selama ini jarang ditemui.

“Hal ini menjadi penting untuk kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, karena juga ada koleksi buku peninggalan zaman Belanda, kemudian bermacam senjata bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke kami punya,” katanya.

Selain benda-benda bersejarah, dalam perkembangan seni di Indonesia GUSBI juga memajang hasil karya seni rupa yang dibutuhkan wisatawan.

Kunjungan Wisatawan Diharap Meningkat

Salah satu koleksi GUSBI. (Foto: GUSBI (Galeri Unik dan Seni Borobudur Indonesia)/Facebook)

Jumlah kunjungan wisatawan mencapai 300 ribu hingga 400 ribu per tahun, saat GUSBI masih di Bukit Dagi. Diharapkan, dengan berada di tempat baru ini jumlah pengunjung bisa semakin meningkat.

General Manajer Taman Wisata Candi Borobudur I Putu Ngurah Sedana mengatakan sangat terkesan dengan cara GUSBI menarik minat pengunjung yakni dengan menggunakan pengeras suara, hal ini bisa dicontoh bagi petugas di museum-museum di kompleks TWCB.

Ia berharap mudah-mudahan GUSBI tetap berkibar, bisa membantu TWCB agar tidak semua pengunjung naik candi karena ada alternatif lain yang bisa dikunjungi saat datang di Borobudur.

Sekitar Borobudur yang Menakjubkan: Amanjiwo Borobudur Resort, Menginap Dalam “Jiwa yang Damai”

LEAVE A REPLY