Wow, Ada Kafe di Kolong Jembatan Kota Jember Ini!

0
491
Foto: www.cewealpukat.com

Kolong jembatan  biasanya kumuh dan bau, tempat orang-orang nomaden tinggal,  atau  bahkan berbagai stigma negatif melekat dalam kehidupan kolong jembatan, kini menjadi sebuah kafe, tempat nongkrong asyik para muda-mudi di Jember hingga dari kota lain.

Ini merupakan gagasan Johanes Kris Astono yang memang patut diacungi jempol. Pria yang aktif di organisasi pecinta alam Fakultas Ekonomi Universitas Jember ini, memulai bisnis kafenya di bawah jembatan Jalan Mastrip, Jember, Jawa Timur.

Kolong Jembatan Sebelum dan Sesudah

Sebelumnya kolong jembatan itu sering dijadikan tempat pembungan sampah, judi, mabuk, dan lainnya. Aktivitas negatif tersebut mendorong Johanes untuk merubah keadaaan menjadi aktivitas positif.

Dibukalah kafenya dengan desain yang sangat elegan, penataan yang artistik, kursi dan meja kafe dari anyaman bambu, dan lampu-lampu bersinar keemasan yang menyoroti tiap sudut ruangan.

Foto: palingbaru.com

Suasana semakin riuh manakala musik dimainkan dari band-band lokal, tak sedikit pengunjung kafe turut menyanyi. Wah, sungguh gagasan mahasiswa Program Diploma ini sangat brilian.

Kafe Kolong

Dalam rockypanjaitan.blogspot.co.id dikisahkan, awalnya Johanes Kris menamai kafenya, Kolong Cafe Huis. Namanya bernuansa Belanda memang, namun karena dipandang susah dihafalkan, maka ia memutuskan untuk menamai “Kafe Kolong” saja.

Niat pertamanya membuka kafe sebenarnya di tepi Sungai Bedadung, tetapi karena risiko dan ongkosnya dirasa mahal, maka diputuskan di kolong jembatan.

Dia melobi para pemulung yang menaruh barang-barang di sekitar lokasi dan mengutarakan niatnya membangun usaha di situ, pemulung-pemulung setuju dan bersedia memindahkan barang-barangnya.

Foto: yotagram.com

Lantas, Johanes meminta izin Ketua RT dan RW setempat, mereka mengizinkan asalkan kafe dibuat terang-benderang. Warga pun menyambut baik niat Johanes.

Nah, tepat tanggal 27 April 2013, Johanes menggelar tasyakuran bersama warga setempat sekaligus meresmikan kafenya.

Aturan Ketat Kafe Kolong

Kafe Kolong gagasan Johanes menyediakan menu makanan dan minuman seperti kafe pada umumnya, aneka racikan kopi yang menambah nikmat pengunjung melewatkan malam di bawah kolong  jembatan.

Pengunjung akan dibawa suasana khas, dimana suara gemercik air sungai akan menyempurnakan suasana natural kafe. Harga-harga menunya juga masih tergolong ekonomis.

Kafe Kolong dibuka dari jam empat sore hingga jam satu malam setiap harinya. Dalam hal ini, aturannya sangat ketat, pengunjung tidak boleh membawa minuman beralkohol.

LEAVE A REPLY