Wisata Kuliner Indonesia Sampai Juga ke Tanzania Lho!

0
21
Foto: detikcom on twitter

Traveler, lewat festival, Indonesia sanggup memikat warga Tanzania dengan wisata kuliner lho. KBRI Dar es Salaam lakukan promosi Indonesia.

Keduanya juga membuka peluang kerja sama di bidang perdagangan dan investasi di Dar es Salaam International Trade Fair (DITF) ke 42 atau yang biasa dikenal dengan Saba-Saba, seperti rilis yang diterima detikTravel.

Ya, kegiatan promosi Indonesia terus dilakukan, tak terkecuali KBRI Tanzania. Saba saba telah dimulai dari tanggal 28 Juni – 13 Juli 2018 lalu di Mwalimu JK Nyerere Trade Fair Grounds, Dar es Salaam, Tanzania.

Perdana Menteri Tanzania, Kassim Majaliwa membuka langsung acara ini. Duta Besar RI Dar es Salaam, Bapak Ratlan Pardede sebagai tamu undangan dan perwakilan KBRI Dar es Salaam pun hadir.

Berbagai Negara Ambil Bagian

Ratusan perusahaan maupun organisasi lokal dan internasional dari berbagai negara ambil bagian dalam DITF ke-42 ini.

Komoditas yang dipamerkan pun sangat beragam, yaitu antara lain mesin pertanian, garmen, makanan dan minuman, elektronika, otomotif, serta fast moving consumer goods FMCG lain.

Tanzania merupakan mitra kerja sama ekonomi yang sangat potensial. Berbatasan darat dengan 8 negara serta sebagai negara utama dalam East African Community, total potensi pasar yang dapat diakses mencapai 478 juta orang.

KBRI Dar es Salaam mengharapkan agar ke depannya semakin banyak pengusaha Indonesia yang datang dan berpartisipasi di DITF, sebagai pameran yang sangat penting untuk memperkenalkan produk di Tanzania, termasuk produsen mesin pertanian.

Booth Indonesia Tampil Memukau

Booth Indonesia pun cukup bersaing.  Menampilkan produk dari berbagai perusahaan dan industri Indonesia. Termasuk tekstil, makanan ringan, kebutuhan bayi, dan perlengkapan elektronika industri, nampak sangat menarik.

Salah satu target KBRI Dar es Salaam adalah mendirikan restoran Indonesia di Dar es salaam. Untuk mendorong hal tersebut, disajikan sejumlah makanan khas Indonesia kepada para pengunjung.

Hal ini menjadi strategi dalam mendalami tingkat penerimaan masyarakat lokal terhadap cita rasa kuliner Indonesia. Sate, kue lapis singkong, rendang, semur tempe, bakwan onde-onde, dan pisang goreng, semua dipamerkan.

Para pengunjung terpukau dengan kue lapis singkong yang disajikan, karena baru mengetahui bahwa singkong yang melimpah di Tanzania dapat diolah sedemikian rupa. Bahkan awalnya kurang percaya bahwa kue tersebut terbuat dari singkong.

Selain itu para pengunjung juga sangat menyukai sate ayam yang serupa dengan makanan setempat yaitu mishkaki. Namun dengan cita rasa berbeda yang mereka sukai.

Batik juga merupakan salah satu daya tarik utama booth Indonesia di Dar es Salaam. Penduduk Tanzania gemar menggunakan baju yang serupa dengan Batik. Para pengunjung sangat menyukai motif batik khas Indonesia serta kualitas jahitan baju yang prima.

LEAVE A REPLY