Wisata ke Malino Berasa di Paradiso

0
453
Malino, Tinggimoncong, Gowa, Sulawesi Selatan. (foto: Wikipedia)

Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam sambutan pembukanya di acara Kongres Indonesia Diaspora ke-4 Global Summit, sempat melontarkan ajakan pada para menteri dan diaspora untuk mempromosikan destinasi wisata alam di Malino, Gowa, Kab. Sulawesi Selatan.

Wapres RI Jusuf Kalla ingin menjadikan kawasan konservasi alam Malino, Kabupaten Gowa sebagai destinasi wisata baru di Pronvinsi Sulawesi Selatan dan bersama-sama meningkatkan pariwisatanya, seperti yang dilansir balipost.com.

Malino? Terdengar seperti destinasi wisata yang amat menggairahkan untuk dikunjungi ketika Wapres JK memamerkannya. Dahulu, Malino dikenal dengan nama kampung ‘Lapparak’. Dalam bahasa Makassar Lapparak berarti datar, yang berarti pula hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar, di antara gunung-gunung yang berdiri kokoh.

Panorama Malino yang berasa paradiso.(foto: jelajahsuwanto.blogspot.co.id)

Menurut Wikipedia, Kota Malino mulai dikenal dan semakin popular sejak zaman penjajahan Belanda, lebih-lebih setelah Gubernur Jenderal Caron pada tahun 1927 memerintah di “Celebes on Onderhorighodon” telah menjadikan Malino pada tahun 1927 sebagai tempat peristirahatan bagi para pegawai pemerintah.

Malino sendiri adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kurang lebih 90 km dari Kota Makassar, dan merupakan salah satu objek wisata alam yang punya daya tarik luar biasa.

Terdapat hutan wisata berupa pohon pinus tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Pemandangan indah di sepanjang jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah, mengiringi perjalanan Anda menuju kota Malino. Indah sekali.

Anda dapat menjumpai hutan pinus indah ini di Malino. (foto: fotolepas.com)

Malino juga memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus.  Berbagai jenis tanaman tropis yang indah, tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Maka, ada tulisan Malino Kota Bunga di ‘pintu masuk’ yang akan Anda jumpai. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung Bawakaraeng.

Untuk berwisata ke Malino, Anda harus menempuh perjalanan darat dari kota Makassar sekitar 2 jam. Meski kondisi jalan sudah sangat bagus, Anda tetap perlu berhati-hati karena banyaknya tanjakan dan tikungan di sepanjang jalan, ditambah lagi dengan semakin meningkatnya volume kendaraan dari dan ke Malino setiap hari, terlebih lagi pada akhir pekan. Apalagi ketika musim hujan, berhati-hatilah dalam berkendara sebab kota ini sering berkabut dan jarak pandangnya  hanya 100 meter.

Oh ya, banyak tempat wisata di Malino ini. Anda bisa melihat air terjun seribu tangga, air terjun Takapala, Lembah Biru, Kebun Teh Nittoh, ungker peninggalan Jepang dan Gunung Bawakaraeng yang bisa Anda daki. Oleh-oleh khas daerah ini yang bisa Anda jadikan tali asih adalah buah Markisa, dodol ketan, Tenteng Malino, apel, wajik, dan banyak lagi. Malino juga penghasil beras bagi Sulsel.

Nah, berwisatalah ke Malino, Anda akan dijamu pemandangan berasa paradiso.

LEAVE A REPLY