Wisata Alam Awal Tahun Yogyakarta, Kalibiru yang Instagramable

1
191
Panorama Instagramable yang banyak diburu wisatawan lokal maupun mancanegara. (foto: litantra93.blogspot.co.id)

Wisata alam awal tahun yang infonya didapat Travel Today dari Kemenpar ini nampaknya bakal pas bagi Traveler yang hobi narsis. Langkahkan saja kaki Anda ke wisata alam Kalibiru. Berada di perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta ini,  destinasinya sangat Instagramable.

Anda dapat melihat pemandangan perbukitan di Bukit Menoreh dai puncak Kalibiru, sekaligus Waduk Sermo. Saat cuaca cerah, di kejauhan nampak putihnya ombak pantai selatan. Suhu udaranya dijamin sangat sejuk.

Wisatawan yang ingin seru-seruan mengasah adrenalin, ada sarana outbond yang bisa digunakan. Bila lupa waktu, ada juga fasilitas menginap seperti pendopo, homestay, dan juga camping ground.

Hijau-hijau kehijauan Wisata Alam Kalibiru nan sejuk. (foto: jarijariratih.files.wordpress.com)

Fasilitas homestay totalnya berjumlah 6. Daya tampung keseluruhannya 10-15 orang. Harga dijamin murah. Bujet Rp 120.000 per malam, sudah bisa membuat Anda menikmati homestay dengan panorama keren.

“Area parkirnya juga luas. Pengunjung juga tidak perlu cemas kehabisan perbekalan makanan, karena banyak kios makanan,” tutur Sudadi, salah satu pengelola Kalibiru.

Ada beberapa gardu pandang berbentuk rumah pohon untuk berselfie ria. “Banyak anak muda yang ingin mengabadikan momen di sini. Mereka doyan sekali foto-fotoan dan langsung diunggah di medsosnya masing-masing,” ungkap Sudadi.

Wisata kuliner yang oke membuat wisatawan tak kesulitan menemukan penjual makanan enak. Mulai dari makanan ringan maupun makanan berat, amat beragam.

Wow. Foto menantang untuk dipajang pemilik medsos. (foto: threesixtytraveler.blogspot.co.id)

Yang gemar memacu adrenaline, ada fasilitas outbond yang menegangkan. Kalibiru juga memiliki flying fox yang bisa dicoba oleh semua kalangan. Tarifnya juga murah. Harga yang dipatok Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa. Cukup murah bukan?

Selain flying fox ada juga sarana outbond berupa jembatan monyet. Bahan yang digunakan adalah papan-papan kayu dengan tali-temali. Tidak usah cemas, sudah ada penjaga yang bisa memasangkan tali pengaman.

Penggemar trekking atau jelajah alam juga ikut dimanjakan.

“Ada trek yang berjarak hanya 1,5 km, 3 km, 5 km, hingga 7 km. Untuk bisa melihat pemandangan Waduk Sermo dari jarak dekat harus ambil trek 7 km,” jelas Sudadi lagi.

Sudadi menambahkan, Kalibiru bukan hanya favorit turis lokal, Kalibiru juga menjadi incaran wisman. Setiap hari, banyak sekali turis asing yang datang untuk mencoba outbond, trekking atau hanya sekadar foto saja.

Menpar Arief Yahya langsung melayangkan emoji tiga jempol atas kreativitas yang diperlihatkan Kalibiru. “Wisatanya menawarkan semua kebutuhan digital. Dan pengunjung bisa mendapatkan foto atau selfie yang jika dilihat di media sosial, lebih indah dari aslinya,” katanya.

Pola wisata tersebut, lanjut dia, sangat pas dengan gaya kekinian. Dan hal ini sudah mengakomodir kebutuhan pengakuan kaum milenial, semakin diakui, maka semakin puas.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY