Warisan Buku Wisata Kuliner Nusantara Bondan Winarno

0
141
Bondan Winanrno dengan warisan buku kuliner nusantara yang sangat berharga. (foto: blog.periplus.com)

Terdapat warisan buku wisata kuliner nusantara karya Bondan Winarno yang menjadi bukti bakti anak bangsa pada negara. Bisa dibayangkan, kecintaannya pada masakan Indonesia, membuatnya telah datang ke 5000 tempat kuliner, menganalisanya, dan menuliskannya untuk pembaca dunia.

Bondan Winarno, sosok yang lebih terkenal dalam dunia kuliner ini memang  telah menghasilkan berbagai karya buku. Banyak yang tak menyangka, tak hanya bidang kuliner, Bondan piawai dalam dunia kepenulisan, termasuk karya sastra. Untuk kecintaannya pada masakan nusantara, berikut beberapa buku yang telah ditulisnya:

100 Maknyus! Makanan Tradisional Indonesia

Bondan Winarno dan Buku 100 Mak Nyus makanan Tradisional Indonesia. (foto: detik.com)

‘Sebagai seorang foodie yang sudah mencicipi sebagian besar kuliner tradisional Nusantara, saya setuju bahwa masakan Indonesia termasuk dalam kategori dangerously delicious. Selain pedasnya yang seringkali membuat sakit perut, kelezatannya sering membuat kita semua terlena…’ demikian potongan pengantar dalam buku ini.

Kecintaan Bondan pada kuliner Indonesia, tampak jelas di buku yang terbit tahun 2013 ini. Rekomendasi 100 makanan tradisional maknyus ini murni merupakan penilaian pribadi seorang Bondan Winarno. Bondan menyusun daftar makanan dari 23 propinsi di Indonesia, termasuk Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Banten, dan lain-lain. Bondan mengaku, proses pengerjaan buku ini berlangsung selama 30 tahun.

100 Maknyus Jakarta

(foto: harrynazarudin)

Jakarta sebagai ibukota Jakarta merupakan melting pot di mana banyak makanan dari daerah lain berkumpul di kota ini. Melalui buku 100 Maknyus Jakarta ini, menurut travel.kompas.com, Bondan mengulas khusus makanan betawi dan aneka kuliner nusantara yang bisa Anda temukan di Jakarta. Seratus makanan bagi Anda mungkin banyak tapi bagi Bondan, memilih 100 makan­an pilihan di Jakarta untuk dirangkum dalam buku ini bukanlah per­kara gam­pang. Buku ini ditulis dengan detail dengan keterangan resep makanan yang diulas.

Jalansutra: Kumpulan kolom tentang Jalan-jalan dan Makan-makan di Suara Pembaruan Minggu dan Kompas Cyber Media

(foto: harrynazarudin)

Saat Bondan jadi pemimpin redaksi Suara Pembaruan, ia membuat kolom bernama Jalansutra. Kolom berisi jalan-jalan dan kuliner ini berlanjut di Kompas Cyber Media. Dalam perkembangannya, Jalansutra menjadi komunitas tempat orang berbagi pengalaman traveling dan kuliner. Kumpulan tulisan yang diterbitkan di dua media ini akhirnya diterbitkan menjadi sebuah buku.

100 Maknyus Bali

(foto: Bali Plus Magazine)

Pulau Dewata dikenal sebagai pulau tersohor dengan keindahan alam, keunikan budaya, dan keramahan masyarakatnya kini semakin dikenal dengan kekayaan kulinernya. Bondan pun tertarik untuk menyorot beragam kuliner yang dihadirkan di Pulau Dewata.

Melalui buku ini, Bondan ingin kembali menaikan pamor makanan tradisional Bali dengan makanan internasional yang hadir di tanah Bali.Pembaca akan disajikan 50 makanan tradisional Bali termasuk resep, foto dan lokasi restoran yang menyajikan dan 50 restoran internasional pilihan di Bali lengkap dengan lokasinya. Sebuah buku yang tepat untuk menyingkap kuliner Bali.

Bertempat di gerai Periplus Airport NgurahRai Bali, dalam berita pedasmag.com, pada pertengahan Desember 2015 diluncurkanlah buku kuliner berjudul “100 Mak Nyus Bali” karya maestro kuliner nasional Bondan Winarno. Peluncuran buku ini merupakan peluncuran kedua, yaitu untuk versi Bahasa Indonesia setelah versi Bahasa Inggrisnya diluncurkan di Frankfurt Book Fair beberapa minggu sebelumnya.

100 Mak Nyus Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang)

Bondan Winarno alam peluncuran buku 100 Mak Nyus Joglosemar di acara Ubud Food Festival 2017. (foto: www.jenzcorner.net)

Melintasi Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar), ada banyak makanan enak untuk dicicip. Buku ‘100 Mak Nyus Joglosemar’ berisi daftar tempat makan di ketiga kota ini dalam informasi menarik.

Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar) disebut-sebut sebagai pusat peradaban kuliner Jawa karena memiliki ragam kuliner yang sangat kaya. Berwisata kuliner di tiga kota inipun dijamin seru karena banyak makanan khas dan tempat makan legendaris yang menanti untuk disambangi.

Tetapi bukan perkara mudah menemukan makanan khas yang benar-benar enak dan tempat makan legendaris yang masih bertahan hingga kini. Berbekal hal inilah, trio penulis kuliner, Bondan Winarno, Lidia Tanod dan Harry Nazarudin membuat ‘100 Mak Nyus Joglosemar.’

Kecap Manis

(foto: img.okezone.com)

Melalui buku karyanya ini Bondan hendak menyampaikan bahwa kecap manis itu sebenarnya bahan makanan asli dari Indonesia.

Hal itu ingin ia kumandangkan pada dunia, melalui karyanya yang berjudul ‘Kecap Manis’, yang dipamerkan di Frankfurt Book Festival (FBF) tahun 2015 silam, bersama empat buku kuliner nusantara karyanya yang lain.

Masih ada buku-buku kuliner lain karya Bondan berbahasa Inggris, seperti Lemon Grass: A Taste of ASEAN, 100 Best Street Food of Indonesia,100 Bali’s Best Traditional Food.

Kesemuanya ini membuktikan kesungguhan dan bakti Bondan Winarno bagi negara, mengenalkan makanan tradisional Indonesia ke kancah dunia. Warisan yang amat berharga bukan?

LEAVE A REPLY