Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Surga Tersembunyi di Bantul

0
381
Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Kab. Bantul, surga tersembunyi Indonesia. (foto: scontent.cdninstagram.com)

Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Kab. Bantul. Demikian saya mesti mengeja nama yang panjang, salah satu destinasi wisata yang masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) II 2017 kategori Surga Tersembunyi Terpopuler.

Saya dulu mengenalnya sebagai hutan pinus yang memang merupakan spot bagus untuk foto-foto. Namun tak disangka, kini hutan pinus ini telah berubah menjadi Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Kab. Bantul, salah satu destinasi wisata di Indonesia.

Memang, nama Mangunan ini cukup dikenal wisatawan. Namun, hutan pinus yang menjadi satu bagian dari daerah ini menjadi begitu populer. Jajaran kayu pinus yang menjulang tinggi dan semburat cahaya matahari yang menembus celah daun menjadi pemandangan yang diburu oleh para fotografer.

Transformasi hutan pinus menjadi Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Kab. Bantul. (foto: www.missrina.com)

Demikian jalan2.com mengungkapkannya, juga tentang nama ‘Budaya Mataram’ yang disematkan dalam Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Kab. Bantul, ternyata kawasan ini dipercaya sebagai tempat bersejarah Kerajaan Mataram. Salah satu obyeknya yaitu tempat bertapa Raja Sultan Agung.

Sedang kata ‘Wanawisata’ sendiri cukup mengusik keingintahuan saya. Selama ini makin banyak saja jenis wisata yang bermunculan, seperti wisata olahraga, wisata bahari, wisata religi, wisata belanja, dan sebagainya. Tapi Wanawisata?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wanawisata berarti wisata yang tujuannya atau sasarannya adalah hutan. Selain itu, wana wisata adalah obyek-obyek wisata alam yang dibangun dan dikembangkan oleh Perum Perhutani di dalam kawasan hutan produksi atau hutan lindung secara terbatas dengan tidak mengubah fungsi pokoknya (Anonimous, 1989).

Bapak Aji Sukmono. Kepala KPH DIY memberi penjelasan sebagai edukasi mengenai Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Kab. Bantul. (foto: www.missrina.com)

Bapak Aji Sukmono selaku Kepala KPH DIY dalam www.missrina.com menjelaskan bahwa hutan di Jogja ini ada sekitar 15724,5 Ha yang terdiri dari hutan produksi yang ada di Gunungkidul (12000 Ha) dan sisanya merupakan hutan lindung yang ada di Bantul dan Kulon Progo.

Untuk besarnya adalah sekitar 10 % dari luas hutan lindung. Jadi tak perlu kawatir dengan kelestarian hutan di wilayah Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Kab. Bantul ini. Hutan Lindung di RPH Mangunan ini sendiri yang digunakan untuk Wanawisata adalah sekitar 29,4 Ha dari 560 Ha.

Pengunaan hutan lindung di Bantul sebagai Wanawisata merupakan kerja sama antara Perhutani DIY dengan Koperasi Notowono, yang mana dalam kerja sama ini mengunakan sistem bagi hasil dengan 75 % untuK warga dan 25 % untuk pemerintah.

Salah satu keasyikan berada di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Kab. Bantul bersama keluarga dan kerabat. (foto: m.metrotvnews.com)

Kearifan lokal yang dimiliki oleh Warga Dlinggo dalam menjaga hutan lindung inilah yang sangatlah menarik, hingga akhirnya Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Kab. Bantul ini menjadi salah satu surga tersembunyi Indonesia yang populer.

LEAVE A REPLY