Wah, Situs Kota Kuno Banten Ini Tak Jauh Dari Jakarta!

1
126
Situs Istana Kaibon, salah satu peninggalan di Kota Kuno Banten. (Foto: myspeciallytripwithfriends.blogspot.co.id)

Hanya 2 jam dari Jakarta, Traveler bakal sampai di Situs Kota Kuno Banten yang bersejarah ini! Ya, sisa kejayaan Kerajaan Banten banyak sekali meninggalkan jejaknya.

Lihat saja, di sana terdapat; Istana Surosoan, Masjid Agung Banten, Situs Istana Kaibon, Benteng Spellwijk, Danau Tasikardi, Meriam Ki Amuk, Pelabuhan Karangantu, hingga Vihara Avalokitesvara.

Wow, Anda betul-betul dapat belajar banyak hal dari semua peninggalan Kota Kuno Banten ini, yang bahkan, sejak tahun 1995, Kota Kuno Banten menjadi salah satu Situs Warisan Dunia.

Yuk Berkeliling Kota Kuno Banten!

Mari mulai dari Istana Kaibon, tempat tinggal Ratu Aisyah, ibunda dari Sultan Syaifuddin. Pohon besar dan sebuah Kanal ‘berdiam’ di sampingnya. Menurut penduduk sekitar, dulunya ini adalah sebuah Istana yang sangat megah. Belanda menghancurkannya saat peperangan lawan Kerajaan Banten. Kini bentuknya hanyalah reruntuhan.

Masjid Agung Banten yang amat bersejarah. (Foto: gemalaputri.blogspot.co.id)

Istana Keraton Surosowan, dikutip dari wikivisually.com, merupakan Kediaman para Sultan Banten. Istana ini dibangun pada tahun 1552. Istana Surosoan, hanya berupa sisa-sisa bangunannya saja kini. Belanda juga menghancurkannya saat kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa tahun 1680.

Lalu Masjid Agung Banten yang dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kesultanan Demak, yaitu putra pertama Sunan Gunung Jati. Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China. Ini adalah karya arsitektur China yang bernama Tjek Ban Tjut.

Selanjutnya ada Vihara Avalokitesvara, Vihara tertua di Indonesia. Keberadaannya diyakini merupakan bukti bahwa pada saat itu penganut agama yang berbeda dapat hidup berdampingan dengan damai tanpa konflik yang berarti.

Beranjak ke Benteng Spellwijk, dibangun sekitar tahun 1585. Dulunya digunakan sebagai Menara Pemantau yang berhadapan langsung ke Selat Sunda dan sekaligus berfungsi sebagai penyimpanan meriam-meriam dan alat pertahanan lainnya. Di tempat ini juga terdapat sebuah Terowongan yang katanya terhubung dengan Keraton Surosowan.

Saksi sejarah yang masih menunjukkan pesonanya, Danau Tasik Kardi. (Foto: www.flickr.com)

Nah, yang ini berupa Danau Tasik Kardi. Pada masa itu danau ini dikenal dengan nama “Situ Kardi” yang memiliki sistem ganda, selain sebagai penampung air untuk pengairan persawahan, danau ini juga dimanfaatkan sebagai pasokan air bagi keluarga keraton dan masyarakat sekitar.

Banten Punya Pulau Eksotis Lho!: Sangiang, Pulau Eksotis Tersembunyi Dekat Anyer Banten

Ada Museum Juga!

Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama yang dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Jawa Barat seperti yang terlihat pada bentuk atapnya.

Museum yang terletak antara Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten Lama ini menyimpan banyak koleksi benda-benda purbakala.

Dilihat dari bentuk bangunannya Museum Situs Kepurbakalaan lebih mirip seperti sebuah rumah yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum.

Berbagai koleksi dari peninggalan berharga yang terbagi dalam 5 kelompok besar yaitu Arkeologika, Numismatika, Etnografika, Keramologika, dan Seni Rupa.

Di halaman sendiri nampak Meriam Ki Amuk yang dibuat dari tembaga dengan tulisan Arab. Ada juga alat penggilingan lada yang terbuat dari batu padas yang sangat keras.

Pada jaman dulu, Banten memang terkenal sebagai daerah penghasil lada. Itulah mengapa Belanda datang ke Banten untuk menguasai produksi lada.

Nah, tutuplah perjalanan Anda dengan menginjak Pelabuhan Karangantu. Sekadar melihat-lihat perahu dan menikmati kuliner di sekitar.

Belajar Kearifan Suku Baduy: Ritual Sakral Kawalu,Traveler Dilarang Masuk Kampung Badui Dalam!

1 COMMENT

LEAVE A REPLY