Wah, Pelari Kenya Akhirnya Juarai Banyuwangi Ijen Green Run 2018!

0
117
Foto: Ppid Bwi/Facebook

Pelari Kenya akhirnya sukses menjuarai Banyuwangi Ijen Green Run 2018.  Ia adalah James Karanja, yang berjaya di kategori putra 33K. Wow, kategori putri jadi milik pelari Indonesia, Ruth Theresia.

Ini ketiga kalinya Banyuwangi Ijen Green Run diselenggarakan. Lomba lari ini diikuti oleh peserta manca negara dari 14 negara dan dari berbagai kota di Indonesia.

Tercatat, peserta dari Kenya memang merupakan salah satu negara penghasil pelari di dunia, Prancis, dan Belgia.

Posisi kedua dan ketiga juga disabet pelari Kenya, yakni Denni Isika dan Samson Karega.

Karana berhasil jadi pelari pertama yang melintasi garis finis di Lapangan Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi Minggu (8/4/2018), dengan waktu 2 jam 33 menit 21 detik.

Foto: www.harianterbit.com

Karanja mengatakan sangat senang bisa menjadi juara pertama di even Ijen Green Run ini. Rute pegunungan yang dilaluinya membuatnya sangat terkesan.

“Hawanya yang segar membuat saya lebih semangat untuk berlari karena badan tidak cepat lelah, ” katanya seperti dilansir duta.co.

Para Juara Lainnya

Sementara itu, juara bertahan Ruth Theresia masih menjadi yang tercepat di lintasan 33K Open Women. Ruth berhasil mengalahkan para pesaingnya usai finis tercepat dengan waktu 3 jam 50 menit.

“Senang sih bisa menang lagi di sini. Rute yang familiar bagi saya, membantu saya meraih juara ini,” jelas Ruth yang pernah menang lomba lari 100K di Thailand.

Sementara di kategori nasional, pelari Hadi Firmansah menjadi yang tercepat di lintasan 33 K Open Men. Dia mencatatkan waktu 2 jam 49 menit, diikuti Elius Palunsu dengan catatan waktu 3 jam 10 menit.

Sport Tourism Dengan Rute Gunung Ijen

Banyuwangi Ijen Green Run merupakan ajang sport tourism, wisata yang dipadu dengan olahraga. Selain mereka berlari menyusuri kaki Gunung Ijen yang terkenal dengan “blue fire”-nya, mereka juga menikmati tradisi lokal Banyuwangi.

Foto: Kementerian Pariwisata/Facebook

Even Green Run tidak hanya diikuti para atlet profesional dan penghobi lari. Even ini juga menjadi daya tarik pariwisata yang menyedot kedatangan pengunjung.

Pelepasan Ijen Green Run didahului dengan atraksi unik, para pelari diajak minum air legen (air nira), minuman tradisional yang banyak dihasilkan oleh masyarakat setempat. Para penari juga meramaikan acara.

“Even ini tidak hanya  kompetisi olahraga tapi juga sebuah even turisme dimana pelari bisa menikmati pemandangan alam Ijen yang indah di sepanjang lintasan,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang melepas lomba lari trail run.

Peserta dari luar kota yang turut dalam lomba ini antara lain dari Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Bandung, Palembang, Semarang, Lombok, Medan, Malang, dan kota lain di Jawa Timur.

LEAVE A REPLY