Traveler Sejati, Selalu Bijak Unggah Foto Trip ke Instagram

0
534
Unggah foto ke Instagram sebaiknya sertakan caption semacam; 'jaga keindahan alam Indonesia yaa...' (foto: www.wego.co.id)

Bahagia dan bangga jadi orang Indonesia karena hidup dikelilingi destinasi wisata yang indah-indah. Traveler sejati tentu tidak bakal sembarang unggah foto trip ke Instagram.

Di satu sisi, dorongan untuk mengenalkan sesuatu yang hebat kepada dunia itu memang sesuatu yang manusiawi, namun terpikirkan juga dampak negatif bagi ‘nasib’ obyek wisata yang jadi destinasi.

Dilematis memang. Promosi pariwisata harus terus berjalan demi martabat bangsa, sementara mentalitas wisatawan masih di situ-situ juga. Buang sampah sembarangan, merusak tempat wisata demi selfie yang sempurna, corat-coret tempat yang harusnya dijaga dan dipelihara. Fyuh,…masih banyak lagi hal buruk terjadi.

Sedihnya melihat kenyataan ini. (Foto: www.kitamuda.id)

Sedihnya (dan ini yang paling parah), kita jadi bagian dari masyarakat Indonesia yang punya watak jelek “suka merusak”. Meski kita nggak melakukannya, tapi kita kebagian stigma negatif dan gemes karena ketidakpedulian mereka.

Hipwee Travel mengajakTraveler merenung. Bagaimana sih, kalau kita tak perlu sedikit-sedikit pamer foto traveling di Instagram? Apalagi kalau ujung-ujungnya rombongan alay yang datang. Yuk diskusi.

Kebiasaan posting di sosmed ternyata jadi bumerang, makin banyak orang tahu dan makin ramai pula tempat wisatanya.

Bagus sih sebetulnya, ketika kita share tempat keren baru yang belum banyak orang tahu. Karena kita telah berjasa dalam memberi informasi baru buat orang lain. Tapi, secara tak langsung kita juga mengundang orang untuk datang ke tempat keren tersebut.

Salah satu perilaku traveler norak. Menduduki situs bersejarah, (foto: tribunwisata.com)

Sialnya adalah ketika mereka termasuk golongan orang Indonesia yang “suka merusak”, maka Anda telah melakukan kesalahan besar. Andapun  punya andil kenapa wisata Indonesia jadi rusak.

Sering diulas memang, mengenai banyaknya Traveler dadakan yang traveling secara berjamaah dengan jumlah tak karuan. Otomatis, tempat wisata jadi kotor, rusak dan tidak bisa dinikmati dengan nyaman. Apalagi semua orang rebutan selfie!

Kira-kira kita bisa melakukan apa ya, demi mengurangi dampak traveling yang merugikan alam ini?

Inilah perasaan yang seharusnya muncul bagi Traveler yang menikmati alam, merasa kecil, merasa tidak berharga. Setelah perasaan ini muncul, kita akan berproses menjadi lebih baik dan memiliki itikad baik untuk lebih berguna bagi alam yang indah.

Lalu bagaimana caranya supaya destinasi-destinasi wisata yang indah ini tetap terjaga dengan baik? Simpel, gunakan sosmed dengan bijak, tidak menggunakannya sebagai ajang unjuk diri agar diapresiasi oleh orang lain.

Memang hal ini sudah menjadi sifat manusia, tapi setidaknya jangan sampai kita tenggelam dalam kenarsisan yang berujung pada sikap egois dan acuh pada orang lain dan alam semesta.

Jikapun kita akan posting pengalaman fantastis mengunjungi destinasi wisata yang juga fantastis, bubuhkan caption supaya orang yang melihatnya tidak hanya terinspirasi untuk datang dan berkunjung tetapi juga terinspirasi untuk menjaga keindahan alamnya dengan baik. Oke?

LEAVE A REPLY