Tim Asesmen Anggaran Terpesona Saat Susur Goa Tanding

0
78
Bersiap susuri Goa Tanding dengan Rombongan dari Bappenas, Badan Geologi dan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. (foto: Kemenpar/Facebook)

Rombongan dari Bappenas, Badan Geologi dan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, terpikat pada pesona Goa Tanding yang ada di dusun Gelaran II, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Stalagtit dan stalagmit maupun dinding goa begitu mempesona saat menyusuri sungai bawah tanah ini dengan perahu karet atau boat.

Goa Tanding merupakan destinasi wisata yang relatif baru di Gunungkidul. Goa Tanding merupakan atraksi susur sungai bawah tanah sejauh 300 meter menggunakan Perahu karet. Lebih sensasional dari cave tubing Goa Pindul, yang letaknya tak jauh dari Goa Tanding ini.

Goa Tanding, yang memang  masih satu aliran air sungai bawah tanah ini mempunyai kedalaman air mencapai 4 meter dan tinggi dari permukaan air sampai atap goa mencapai 5 meter sampai 16 meter. Lebar goa kurang lebih 4 meter hingga 9 meter sesuai dengan kontur goa dan sangat bervariasi.

Perjalanan selama satu jam lebih di perut bumi sepanjang 460 meter ini memang penuh dengan pesona. Itu terungkap dari pernyataan ahli karst yang ikut rombongan ini. “Luar biasa. Stalaktitnya masih ada yang bagus. Masih ada kolom-kolom bertemunya stalaktit dan stalakmit,” kata Hanang Samudra dari Global Geoparks Network Advisory Committee.

Kedatangan rombongan dari Bappenas, Badan Geologi dan Dirjen Keuangan ke Gunungkidul untuk melakukan asesmen dalam rangka support anggaran tahun 2018. Saat berada di Goa Tanding, tim menyarankan agar ada konservasi dengan cara penghijauan lahan di atas goa. Hutan rakyat yang ada harus dipertahankan.

Rombongan tim Asesmen Anggaran terpesona isi Goa Tanding. (foto: Kemenpar/Facebook)

Dalam rombongan ini, selain Hanang Samodra, ada Sofyan Suwardi Ivan (Kasubbag Rencana kerja Badan Geologi), Feri Irawan (Kasubsie Anggaran Perekonomian dan Kemaritiman Dirjen Anggaran Kemenkeu). Ada juga Togu Pardede (Kasubdid Geologi Pertambangan dan Panas Bumi Direktorat SDEMineral dan Pertambangan Bapenas) dan Y Rizal Primana (Direktur Sumber Daya Energi Mineral dan Pertambangan Bappenas). Turut mendampingi Budi Martono, GM Geopark Gunungsewu.

Sebelum meninjau dan menikmati pesona Goa Tanding, Tim asesmen mensupport anggaran untuk Geopark Gunungsewu ini diterima Bupati Gunungkidul, Badingah. Badingah didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajad Ruswandono dan beberapa kepala dinas.

Bupati Badingah menyampaikan terima kasih dan minta dukungan untuk persiapan revalidasi Geopark tahun 2019. “Revalidasi dan penilaian ini dari Global Geoparks Network Unesco,” tegas Badingah.

Pada kesempatan itu, Badingah juga meminta dukungan penganggaran dari Kemenkeu. Sedangkan yang dari Bapenas minta dukungan untuk dana-dana DAK khususnya untuk pengembangan pariwisata.

Tim dari Jakarta ini juga sempat meninjau pembangunan Tourists Information Center (TIC) di kawasan Patuk. Pembangunan TIC ini mengunakan dana dari DAK Kemenpar 2017 sebesar Rp 2.8 Miliar dan dari APBD tahun 2016 sebesar Rp 700 juta.

Menpar Arief Yahya menyebut, Gunung Kidul Jogjakarta semakin banyak ditemukan atraksi baru yang berkelas dunia. Itu harus di manage yang bagus, agar wisatawan merasa nyaman dan puas, yang ujungnya akan mengabarkan ke semua orang melalui media sosial, bahwa destinasi itu memang layak dikunjungi.

“Promosikan terus, ajak netizen, memposting berbagai sensasi yang ada di goa-goa di sana,” jelasnya. Gunung Kidul sampai Pacitan Jawa Timur adalah tempat geopark Gunung Sewu yang semakin mendunia.

 

Sumber: Kemenpar

LEAVE A REPLY