Teror Bom Surabaya, Ekosistem Pariwisata NTT Tetap Aman

0
440
Nicholas Saputra saat bersantai di atas perairan di Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. (foto: Instagram @nicholassaputra)

Aksi teror bom di Surabaya, Jawa Timur selama dua hari ini, tidak memengaruhi kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT). Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, ekosistem pariwisata di seluruh Indonesia, khususnya NTT, tetap berjalan dengan baik dan aman.

Menurut Marius, para wisatawan yang berkunjung ke NTT tak perlu khawatir, karena pihaknya tentu berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga kenyamanan wisatawan di NTT.

“NTT aman untuk dikunjungi dan silahkan datang ke NTT, karena kita tetap aman dan nyaman dan terus membina toleransi di antara kita,” ucap Marius di ruang kerjanya Senin (14/5/2018), seperti dilansir Kompas.com.

Bukan Travel Warning

Sejumlah negara yang telah mengeluarkan travel advice seperti Inggris, Amerika Serikat, China, Hongkong, Singapura, dan Irlandia terkait potensi teror di Indonesia, menurut Marius bukanlah travel warning, melainkan peringatan bagi warga negara mereka.

Indonesia pun pernah mengeluarkan travel advice, saat terjadi teror bom di Perancis pada tahun 2015. Ini merupakan hal yang lumrah.

“Dan itu tidak ada hal yang mengkhawatirkan secara berlebihan dan semuanya itu berjalan sesuai dengan jalurnya,” tambah Marius.

Marius berharap, kejadian bom yang berlangsung di Surabaya hanya sesaat saja. Ia pun meminta semua warga NTT tetap waspada khususnya tempat wisata di NTT.

“Khusus di NTT, kami juga tetap berkoordinasi dengan Forkopimda baik itu Polda dan Korem serta BIN, untuk memastikan keamanan para wisatawan kita yang berkunjung ke NTT,” katanya.

Pariwisata Menciptakan Dunia yang Damai

Kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia, khususnya NTT merupakan bagian dari upaya menciptakan dunia yang damai.

Ya, pariwisata memberi lebih banyak aspek positif terutama dalam meningkatkan perekonomian warga negara.

Lebih dalam dari itu karena pertemuan antara orang dari berbagai etnis, suku, kebudayaan dan negara membuatnya saling berbaur, bekerjasama, menggagumi budaya, dan keindahan alam.

“Pariwisata menjadi media untuk mempersatukan warga dunia. Saling berkunjung, tentu orang akan saling mengenal satu sama lain,” imbuhnya.

Marius berharap, penjagaan aparat keamanan di sejumlah destinasi wisata di NTT, dilakukan secara tertutup, sehingga tidak mengganggu kenyamanan wisatawan saat berkunjung.

LEAVE A REPLY