Tengok Yuk, Jejak Kasultanan Islam di Istana Al Mukarramah Sintang Kalbar

0
521
Tampak dari depan Istana.

Situs bersejarah Istana Al Mukarramah yang terletak di Jalan Bintara Lingkungan 1 RT.02 RW.01 Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalbar ini, memang merupakan bangunan bekas Istana Kasultanan yang hingga saat ini masih digunakan. Maka, tempat ini termasuk situs hidup karena sebagai cagar budaya yang masih ditempati keluarga Sultan hingga saat ini. Travel Today Indonesia menyempatkan untuk menyambangi situs budaya Istana Kesultanan Sintang ini.

Istana ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah berjayanya Kesultanan Islam di tanah Borneo Kalimantan. Letaknya yang berada di hilir Sungai Kapuas, membuatnya menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Sintang ini. Biasanya masyarakat Sintang menikmati sore hari sambil nongkrong memandang Sungai Kapuas di sekitar area depan Istana Al Mukarramah ini.

Ikon Wisata Budaya Sintang

Dalam kilasan sejarahnya, Istana Al Mukarramah ini dibangun sejak masa Sultan Nata. Awalnya Istana dibangun dengan arsitektural gaya Rumah Panjang khas masyarakat Dayak. Namun, bangunan diperbarui saat masa pemerintahan Raden Abdul Bachri Danu Perdana, dengan gaya arsitektural gabungan Melayu Belanda pada tahun 1937 oleh seorang arsitek berkebangsaan Belanda.

Gerbang memasuki Istana Sintang.

Istana terdiri dari tiga bangunan utama yang simetris. Pada ruang bangunan utama, terdapat serambi, ruang tamu dan ruang pribadi sultan. Kemudian pada samping dan belakang terdapat bangunan pengiring yang digunakan untuk ruang istirahat dan ruang keluarga Sultan. Sedangkan, pada bangunan di sisi timur difungsikan sebagai ruang tidur tamu Sultan.

Istana Al Mukarrammah Sintang memiliki luas bangunan sekitar 650an meter persegi. Bangunan Istana yang susah berdiri sejak tahun 1839, dan beberapa kali diperbarui ini memang menjadi aset budaya untuk Sintang. Maka, di seputar kawasan ini juga ada bangunan untuk ruang museum yang disebut sebagai Dara Juanti. Di kawasan inilah, sejarah kejayaan Kasultanan Sintang tertoreh manis di pinggir hilir Sungai Kapuas yang eksotis.

LEAVE A REPLY