Teh Talua Padang, Teh Telur Legendaris Tanpa Rasa Amis

0
1914
Hasil adukan Teh Talua yang berlapis-lapis mirip minuman berkelas. (Foto: phinemo.com)

Traveler, di warung tradisional ataupun restoran Padang, Teh Talua atau Teh Telur ini jadi menu wajibnya. Meski bercampur telur, minuman legendaris ini tak terasa amis.

Ya, hampir di seluruh lapau hingga rumah makan mewah di Minangkabau memang menyajikan Teh Talua sebagai pilihan minuman kesehatan bagi para pelanggan.

Rasa kental yang manis membuat minuman ini disukai banyak kaum lelaki di Minangkabau. Bisa dinikmati selagi hangat maupun dingin. Cita rasa Teh Talua sulit ditandingi.

Khasiat

Teh Talua dibuat dari campuran air teh dengan kuning telur ayam kampung. Terdiri dari campuran teh, gula dan telur dan sedikit perasan jeruk nipis.

Menikmati Teh Talua biasanya dilakukan masyarakat di desa-desa pada pagi hari menjelang matahari terbit sebagai teman sarapan, atau ketika malam beranjak meninggi dimana suhu mulai menyusut.

Meracik Teh Talua mesti hati-hati agar tak amis. (Foto: phinemo.com)

Teh Talua menurut Saribundo dipercaya masyarakat Minangkabau bisa menghangatkan suhu tubuh. Maklum saja, sebagian besar dataran di provinsi tanduk kerbau ini masih berbukit, jadi daerah dengan hawa dingin masih banyak ditemui di Sumatera Barat.

Selain itu Teh Talua juga bisa meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh ketika beraktivitas. Masyarakat di pedesaan banyak yang bekerja sebagai petani, berladang, atau memiliki ladang di lereng bukit, selain itu ada juga yang beternak dan berprofesi sebagai nelayan.

Pekerjaan tersebut sangat menguras tenaga. Nah, Teh Talua bisa dijadikan minuman yang membuat tubuh memiliki tenaga ekstra selama bekerja disiang hari.

Bentuk Kreativitas

Unik, lezat dan menyehatkan. (Foto: dodirullyandapgsd.blogspot.com)

Belum ada referensi jelas soal kapan Teh Talua ini populer di Minangkabau menurut Viva. Namun beberapa pemerhati sejarah meyakini jika Teh Talua sudah ada sejak tahun-tahun pertama teh masuk ke Sumatera Barat.

Pemerhati Sejarah dari Universitas Andalas, Yenny Narny menyebutkan, lahirnya Teh Talua juga merupakan salah satu bentuk kreativitas masyarakat Minangkabau dalam mengolah bahan menjadi makanan maupun minuman.

Terbukti, hingga saat ini, Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang paling banyak varian kulinernya. Selagi masih ada bahan yang bisa diolah, maka kreasi kuliner akan semakin berkembang.

Dalam perjalanannya, Teh Talua saat ini sudah menjadi minuman yang populer. Saking populernya, Teh Talua dijual tidak hanya di Ranah Minang saja. Namun juga sudah merambah ke beberapa wilayah lain di Indonesia, bahkan di negara tetangga.

LEAVE A REPLY