Tari Pepeka Ri Makka, Budaya Makassar Nyaris Punah

0
539
Tari Tari Pepeka Ri Makka, tarian yang cukup magis namun menaruk perhatian dan sarat makna. (foto: lh6.googleusercontent.com)

Tarian Pepeka Ri Makka berasal dari dua kata yang itu Pepe’ dan Rimakka dimana Pepe’ berarti api, Rimakka adalah tanah suci Mekkah, tarian ini mengingatkan kita pada Nabi Ibrahim yang dibakar oleh kaum Quraiz.

Menurut keterangan dalam budaya-indonesia.org,  para penari terinspirasi dan menuang dalam sebuah bentuk tari yakni Tari Pepe-Pepeka Rimakka. Dengan penuh keyakinan dan Do’a para penari membakar sarung, tangan mereka tanpa merasa kepanasan. Tarian ini hanya ada di kampung Paropo Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, dan sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang tahun 1942.

Kini,  Tari Pepeka Ri Makka sering di bawakan oleh sanggar remaja Kampung Paropo, Appe-Pepe Ia, yaitu menyalakan api, sifatnya menyalakan api (seperti lampion) pada serambi depan rumah atau di perkarangan. Dari acara tradisional ini munculah inspirasi terciptanya Tari Pepeka Ri Makka.

Tari Pepeka Ri Makka, dibawakan para penari. (foto: i.pinimg.com)

Tari Pepeka Ri Makka ini, menurut  daengbecakmks.blogspot.co.id ,dilakonkan oleh beberapa laki-laki tua dan muda. Pada saat Puncak tarian maka para pemain akan memegang Obor dan akan mengarahkan api ke tuuh temannya atau dirinya sendiri, bahkan tidak jarang mereka mengundang penonton lalu disulut menggunakan api. Namun Anehnya mereka sama sekali tidak kepanasan atau melepuh terbakar.

Banyak orang yang salah paham tentang arti Pepeka Ri Makka tersebut. Mereka kurang lebih mengartikannya dengan “bermain api di Mekkah” padahal kalau menganalisis dari sair-siar tarian tersebut, maka akan Anda temukan makna yang sangat dalam yang terkait dengan penyebaran agama Islam. Di antara syairnya adalah :

Pepe-pepeka ri makkah
Lanterayya ri madinah
Paromba sai
Natakabbere Dunia

artinya kurang lebih:

Api di Mekah
Lentera/obor dari Madinah
Kobarkanlah
Sehingga dunia berkumandang takbir(membesarkan Allah)

Tarian ini berdasarkan adat kebiasan dan sebagai ikon Budaya di kampung Paropo yang bersifat tradisional dan dimainkan pada saat menyambut pesta panen dalam acara Attontong Bulang (bulan purnama) dan Maudu’ Lompoa (peringatan Maulid Nabiyyullah Muhammad SAW). Tapi bisa jadi juga di upacara hajatan, sunatan dan perkawinan.

Penari yang pawai menyalakan api pada Tari Pepeka Ri Makka (foto;i.pinimg.com}

Sayangnya, karena perkembangan zaman, modernisasi dan kurangnya perhatian pemerintah setempat, tarian ini jarang dimainkan dan bahkan hampir punah, faktor utama dikarenakan minimnya alat musik yang digunakan dan rusak serta tidak adanya bantuan dana dari pemerintah setempat serta sumber daya manusia yang kini sulit untuk mau membudayakan tarian ini.

Maka, tepatlah bila Anugerah Pesona Indonesia (API) II 2017 memasukkan Tari Pepeka Ri Makka sebagai salah satu nominator kategori Atraksi Budaya Terpopuler. Ini penting untuk melestarikan budaya Indonesia yang hampir punah ini.

 

LEAVE A REPLY