Tak Cuma Penyet, Lamongan Punya Museum Islam Pusat Info Dunia Lho!

0
444
Indonesian Islamic Art, museum edukasi yang modern. (Foto:

Lamongan dikenal dengan kuliner penyetnya yang tersohor. Namun ternyata, lamongan juga punya Indonesian Islamic Art Museum atau Museum Islam, yang bahkan menjadi pusat informasi Islam dunia lho!

Ngabuburit sambil mengetahui kebesaran Islam di masa lalu bakal menambah kualitas Ramadan Anda. Maka tak percuma jika Anda pergi menimba ilmu di Museum Islam ini.

Nah, lokasi Indonesian Islamic Art Museum ini berada di Wisata Bahari Lamongan (WBL), Jl Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Museum ini berisi sejarah kebesaran Islam di seluruh dunia.

Zona Satu Dengan Film Pendek

Seperti dilansir Kemenpar, Pengembang Indonesian Islamic Art Museum, Reno Halsamer mengatakan bahwa Museum ini menjadi penting, karena pengunjung setelah masuk ke museum menjadi lebih tahu sejarah ‘the glory of Islam’.

Foto: perjalananwisatasipetualang.blogspot.co.id

Indonesian Islamic Art Museum dibuka mulai 28 Desember 2016. Museum ini dibagi menjadi tiga zona. Zona utama, yaitu zona audio visual, zona galeri peninggalan kerajaan Islam dunia dan zona diorama.

Di zona audio visual, pengunjung disuguhkan pemutaran film pendek berdurasi 15 tentang sejarah peradaban Islam dunia. Mulai dari gambaran jazirah Arab di masa lalu, kedatangan Nabi Muhammad SAW, masa kekhalifahan, hingga penyebaran Islam ke penjuru dunia.

Zona Dua The Glory of Islam

Di zona dua masuk ‘the glory of Islam’. Di sini diterangkan bagaimana perjalanan muslim itu sendiri menjadi sangat besar masuk ke Eropa Timur.

Salah satu kerajaannya adalah kerajaan Ottoman Turki, Ottoman salah satu kerajaan Islam terbesar karena lebih dari 600 tahun menguasai beberapa tempat, ini bisa menjadi sebuah contoh perkembangan Islam.

Museum ini juga menyajikan artefak-artefak dari berbagai kerajaan yang ada di luar negeri. Seperti Ottoman Turki, Mughal India (Taj Mahal) dan masa kedinastian China.

Seperti pedang Zulfikar Shamsir, baju perang Turki atau baju zirah, manuskrip Al-qur’an dan masih banyak lainnya.

Foto: infosembarangharga.blogspot.co.id

Ada pula ratusan koleksi keramik dari dinasti Tang, Song, Yuan, Qing dan kerajaan Champa hingga beberapa kain gujarat dari India. Tidak ketinggalan, di zona ini juga menyajikan benda-benda bersejarah dari kerajaan Islam Indonesia.

Zona Tiga Dengan Photo Spot

Pada zona yang terakhir, zona Diorama atau biasanya disebut dengan area photo spot, terdapat berbagai miniatur tiga dimensi.

Seperti Masjid dan Kapal Cheng Ho, Masjid Agung Banten, Toko Persia dan gambaran perdagangan di masa penyebaran Islam di Indonesia.

Menurut Retno, kelebihan lain dari Indonesian Islamic Art Museum ini menjadi satu-satunya museum di Indonesia yang sudah berbasis teknologi informasi modern Augmented Reality (AR).

Dengan mendownload aplikasi AR Indonesian Islamic Art di Playstore, pengunjung bisa men-scan gambar-gambar yang ada di museum yang nantinya akan tampil dalam bentuk tiga dimensi.

Nah, bila Anda sedang berada di Lamongan, ayo ngabuburit di museum ini. Lokasinya cocok bagi yang ingin ikutan lomba foto dan video Pesona Ramadan GenPi di Instagram, Facebook, YouTube, dan blog.

LEAVE A REPLY