Tahun Ini, Kapal Pariwisata Kaltara Segera Dibangun

0
441
Foto: services.sportourism.id

Kapal Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan segera dibangun tahun ini. Ya, Kalimantan Utara akan segera mempunyai kapal pariwisatanya sendiri.

Re-desain Kapal Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah rampung.

“Desain kapal sudah final. Sebelumnya kapal ini mengalami perubahan desain. Re-desain bahkan sudah diseminarkan di Makassar (Sulawesi Selatan) beberapa waktu lalu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Ahmad Haerani, seperti dilansir Halallifestyle.

Karakteristik kapal

Bentuk akhir desain kapal yang akan mengakses seluruh perairan di kabupaten dan kota se-Kaltara itu, disepakati berbahan dasar kayu dengan bentuk lambung kapal yang cocok untuk mengarungi wilayah perairan Kaltara, yang sebagian besar berupa laut juga sungai.

Desain Kaltara yang akan segera dibangun. (Foto: www.bonepos.com)

Kapal yang akan menggunakan bahan kayu itu memiliki total panjang 35 meter. Lebar 7,5 meter, lalu tingginya 3,5 meter. Kapal ini didesain mampu menampung 150 orang.

Kapal itu terdiri dari dua lantai. Fasilitasnya pun cukup lengkap. Memberikan kenyamanan plus dan dilengkapi ruang VIP.

Bagi wisatawan yang ingin beraktivitas, ruang meeting besar juga sudah disiapkan. Kalau ingin makan? Silakan datang ke kantin. Selain bersih, menu dan rasanya dijamin juara.

Bila wisatawan ingin beristirahat, guest room nyaman sudah disiapkan. Selain itu, kapal pariwisata itu juga dilengkapi ruang penumpang ekonomi. Dengan dimensi besar, kapal masih menyisakan engine room.

“Sistem keamanan juga sudah didesain bagus. Bukan hanya aman, tapi sangat nyaman bagi wisatawan,” ia menambahkan.

Dengan masa jenis kayu, kapal ini ideal bagi Kaltara. Memiliki dominan wilayah perairan, kapal ini piawai menaklukan karakter laut hingga sungai-sungai di sana.

Kapal ini juga memiliki kecepatan 10 hingga 12 knots. Ahmad juga menerangkan, kapal itu menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya di Kaltara.

“Kapal itu untuk semua medan. Kecepatannya pun cukup ideal. Kami juga mengakomodir keragaman dan kekayaan budaya di sini,” Ahmad melanjutkan.

Harganya Rp 8 miliar

Untuk membangun kapal ini, Pemerintah Provinsi Kaltara harus merogok kocek Rp 8 miliar. Uang tersebut rencananya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Konsep pembiayaannya juga didesain multiyears. Tahun ini proyek kapal sudah harus dibangun dan pada 2019 sudah harus selesai.

Menjadi provinsi termuda, Kaltara memang kaya akan budaya dan potensi alam. Untuk sementara ada empat rute yang disiapkan.

Mengambil start dari Pelabuhan Tengkayu, Tarakan, kapal ini akan berlayar menuju Nunukan. Rute lain ke Pelabuhan Malinau juga Pelabuhan Speedboat Kayan II Tanjung Selor. Alur lain dari Tarakan ke Dermaga Wika Tanjung Harapan Maratua.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengapresiasi pembuat kapal wisata tersebut. Menurutnya wisata perairan di Kaltara punya potensi besar. Pengadaan kapal pariwisata jadi kebutuhan mendesak di sana.

“Kalau kapal ini berfungsi, Saya yakin akan memberikan efek positif besar bagi pariwisata di Kaltara. Potensi pariwisatanya sangat besar,” kata Menpar.

LEAVE A REPLY