Swafoto Boleh, Tapi Jangan Abaikan Bahaya di Wisata Alam Mangunan Yogyakarta Ini

0
516
Puncak Panguk, salah satu titik wisata di Wanawisata Budaya Mataram yang berlokasi dalam Resor Pemangku Hutan (RPH) Mangunan, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta. (Foto: Medcom.id/Dimas Prasetianing)

Traveler, Anda bisa jadi sangat familiar dengan destinasi wisata alam di Yogyakarta yang menawarkan berbagai sudut swafoto ini. Yang kami maksudkan tentu saja Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Namun, informasi penting ini juga harus Anda perhatikan demi keselamatan. Ternyata, dda enam spot swafoto di objek wisata alam itu berada di kawasan berbahaya. Ini bukan kabar bohong lho, sebab diungkapkan langsung oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mangunan Widodo di Bantul, Selasa (6/2/2018).

“Spot foto di objek wisata Mangunan itu ada enam titik yang rawan bahaya, karena lokasinya berada di tepi jurang,” kata Widodo kepada Antara, dikutip dari Infonawacita.com.

Jangan lewatkan: Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo, Surga Tersembunyi di Bantul

Widodo pun merinci keenam spot swafoto di objek wisata kawasan perbukitan Desa Mangunan Dlingo yang rawan bahaya itu. Antara lain spot foto di wisata Watu Goyang, wisata Jurang Tembelan, wisata Bukit Panguk, wisata Watulawang, Hutan Pinussari, dan Kebun Buah Mangunan.

Rawan bahaya saat hujan

Spot swafoto di tempat wisata Jurang Tembelan yang cukup populer. (Foto: Instagram via @krisna_garra)

Widodo pun melanjutkan, spot swafoto itu dinilai rawan bahaya karena berada di tepi jurang pada ketinggian dengan pemandangan alam. Selain itu belum ada pagar pengaman yang kuat, sehingga rawan longsor ketika turun hujan deras. Nah!

“Sebenarnya semua sudah ada pagar pengamannya, tetapi kami selaku pokdarwis terus melakukan antisipasi agar tidak roboh, dengan rutin melakukan pengecekan kondisinya untuk memastikan kekuatannya,” katanya.

Ia juga mengatakan spot swafoto di atas perahu yang dibuat di tepi Jurang Tembelan tersebut juga harus dipastikan baut selain tali-tali untuk mengikat kayu-kayu tersebut, bahkan kalau sudah tidak memungkinkan agar diganti secara berkala.

“Jadi kita selalu bekerja sama dengan forum pengurangan risiko bencana (FPRB) Desa Mangunan untuk melihat kerawanannya, dan kalau memang kondisinya rawan atau ketika cuaca tidak mendukung objek wisata kita tutup,” katanya.

Jangan sepelekan!

Apa yang diutarakan Widodo dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto.

“Di Bantul, khususnya Kecamatan Dlingo, lebih khusus lagi Mangunan banyak destinasi wisata alam yang ada di perbukitan. Kita semua tahu Dlingo merupakan salah satu wilayah kecamatan yang potensi ancamannya cukup tinggi,” katanya.

Nah, traveler, hati-hati ya. Jangan korbankan nyawa Anda hanya untuk swafoto.

LEAVE A REPLY