Sungai Kampar yang Ajaib Dengan Gelombang Bono, Surganya Surfer

0
538
Foto: cdn0-a.production.vidio.static6.com

Traveler, ini dia surganya surfer. Ombak menantang setinggi 6 meter yang memanjang hingga ratusan meter dan akrab disebut Gelombang Bono. Ajaibnya, gelombang ini terjadi si sebuah sungai. Ya, Sungai Kampar, Riau.

Ya, surfing di laut itu biasa, tapi di sungai?

Gelombang Bono merupakan peristiwa alam yang langka. Terjadi akibat bertemunya arus pasang air laut dengan muara sungai maka sanggup menghasilkan gelombang besar seperti laut. Angin dan tebing di kanan kiri makin mendukung terciptanya ombak sungai yang luar biasa.

Tinggi gelombang Bono bisa mencapai 6 meter, dan kecepatannya mencapai 40 km/jam. Para surfer bisa menguji nyali dengan menunggangi gelombang lewat permainan Berkudo Bono.

Sejumlah surfer menikmati sensasi Gelombang Bono. (foto: picture.triptrus.com)

Memang, gelombang Bono di Sungai Kampar sudah jadi atraksi wisata tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Namanya sudah mendunia, sebab tak banyak juga fenomena seperti ini di dunia.

Jumlah gelombang Bono tersebut cukup banyak dan beriringan. Terkadang di tepi sungai dan terkadang juga bisa terjadi di tengah sungai. Bono yang terbesar biasanya akan terjadi ketika musim penghujan tiba, dimana debit air Sungai Kampar akan naik.

Dalam travel.detik.com diterangkan,  gelombang menantang ini bergerak dari arah muara menuju hulu sungai atau diawali dari Pulau Muda sampai dengan Teluk Binjai di Sungai Kampar.

Warga lokal Riau percaya, Bono yang ada di Sungai Kampar adalah Bono Jantan, sedangkan Bono Betinanya ada di Sungai Rokan, Bagansiapi-api. Jumlah Bononya ada 7 ekor, makanya gelombang Bono di sini sering disebut juga sebagai gelombang tujuh hantu.

Luasnya Sungai Kampar yang menakjubkan dengan gelombangnya. (foto: aeronusantara.blogspot.co.id)

Fenomena alam gelombang Bono biasanya terjadi saat bulan purnama, setiap tanggal 10-20 dalam perhitungan bulan Melayu (Arab) atau pada kisaran bulan Agustus-Desember tanggalan Masehi.

Oleh karenanya, gelombang Bono besar tidak disarankan untuk ditunggangi oleh peselancar atau surfer pemula. Ini disebabkan oleh karena ganasnya gelombang Bono yang hanya boleh dilakukan surfer berpengalaman.

Keberadaan Bono sebagai obyek wisata baru dimulai beberapa tahun lalu. Menurut triptus.com,  Sungai Kampar dengan Gelombang Bono makin populer setelah beberapa peselancar dari Perancis dan Brazil mulai menjajal hebatnya Gelombang Bono.

Kepopuleran Bono bahkan membuat seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris Steve King (4cool mencoba memecahkan rekornya sendiri di Guiness World of Records dengan berselancar sejauh 40 kilometer. Wow!

LEAVE A REPLY