Sulsel Punya Bendung Baliase, Ini Masih Satu-Satunya di Indonesia lho!

0
252
Soft Launcing Bendung Baliase oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. (Foto: humas.sulselprov.go.id)

Traveler, di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Utara (Sulsel) terdapat Bendung Baliase. Tujuan utamanya tetaplah untuk irigasi. Tapi, tempat ini juga menjadi bendung pertama di Indonesia, dengan konsep destinasi wisata Indonesia!

Seperti dilansir presidentpos.id, Bendungan Baliase menjadi salah satu megaproyek yang menjadi perhatian pemerintah provinsi maupun kabupaten. Bahkan, bendungan itu sudah dilakukan soft launching oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Soft launching itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan menekan tombol sirine pengaliran air pertamakalinya di atas bendungan.

Kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Tata Ruang dan Cipta Karya, Andi Darmawan Bintang, “jika rampung, bendung ini akan mengalirkan air ke 18 ribu hektar lahan.”

Ya, baginya, “soft launching” itu menandai tuntasnya pembangunan konstruksi bendungan, sementara untuk jalur distribusi diharapkan selesai tahun 2019 mendatang.

Satu-Satunya di Indonesia

“Bendung Baliase adalah satu-satunya di Indonesia yang berada di dalam kota, dan satu-satunya bendung yang ditata sebagai tujuan wisata,” kata Andi Darmawan di sela pengenalan (soft launching) Bendung Baliase di Kabupaten Luwu Utara.

Terus dikembangkan. (Foto: sulselprov.go.id)

Menurut Andi Darmawan, daerah sekitar bendung akan ditata sedemikian rupa. Selain untuk menyediakan air bagi pengairan, bendung memiliki ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan taman bermain untuk anak, lapangan olahraga, dan jalur lari.

Selain itu akan dibangun penginapan dalam bentuk rumah-rumah kecil yang unik, dan bernuansa Luwu Utara. Wah, sungguh menarik bukan?

“Saya kira, ini akan menjadi ikon dari Luwu Utara bahwa mereka mempunyai bendung dengan penataan sedemikian bagusnya,” lanjut Andi Darmawan.

Bendung ini, tambahnya, juga akan mengurangi daerah genangan yang selama ini terjadi pada daerah tangkapan Sungai Baliase.

“Kita berharap Pemkab Luwu Utara secara intensif mensosialiasikan pentingnya masyarakat memelihara sumber air, sehingga bendungan dapat termanfaatkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan total biaya Rp1,3 triliun, secara teknis, ia menjelaskan bendung ini memiliki lebar 100 meter dengan ketinggian dari lantai dasar ke pengatur air sekitar 7 meter. Bendung ini akan memiliki saluran primer sepanjang 16 km, sekunder sekitar 200 km, dan tersier sekitar 163 km.

Wah, jadi tak sabar menunggu rampungnya pembangunan Bendung Baliase ini!

LEAVE A REPLY