Sulawesi Punya Rumah Adat Sao Mario di Kota Soppeng Lho!

0
1812
Foto: travelingyuk.com

Traveler, berkunjung ke Sulawesi Selatan, kunjungi juga Rumah Adat Sao Mario di Kota Soppeng ini.Begitu banyak pelajaran berharga dapat Traveler dapatkan, hanya dengan menyambanginya dan mengetahui seluk beluk sejarahnya.

Lokasi Rumah Adat Sao Mario ini berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota. Tepatnya ada di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.  Berdekatan dengan obyek wisata pemandian air panas Lejja lho. Wah.

Beragam Keunikan Rumah Adat Sao Mario

Profesor Andi Mustari, pendirinya, dalam travel.detik.com, dikenal juga sebagai salah satu orang Bugis yang sukses di tanah rantau. Berdiri di atas tanah seluas dua hektar, tempat wisata ini dibangun pada akhir tahun 1989.

Foto: disbudpar23.blogspot.com

Ya, rumah adat ini menarik perhatian banyak wisatawan karena memiliki keunikan, yaitu rumah adat yang punya 100 tiang. Ini merupakan daya tarik Rumah Adat Sao Mario Soppeng juga dikenal dengan sebutan rumah 100 tiang atau ‘bola seratus’ dalam bahasa Bugis.

Bangunan tradisional ini kini berfungsi sebagai museum dengan berbagai koleksi barang antik, baik dari dalam maupun luar negeri.

Tak hanya bisa menikmati dan mengagumi keindahan rumah adat ini, para wisatawan juga akan mendapat banyak pengetahuan tentang keunikan budaya Bugis.

Kawasan Wisata Lengkap

Fasilitas di kawasan wisata ini sudah terbilang lengkap. Terdapat area parkir luas, toilet, warung penjual makanan, dan penginapan dengan harga variatif sesuai fasilitas.

Selain itu ada sejumlah petugas yang siap menjelaskan sejarah berdirinya Rumah Adat Sao Mario pada pengunjung.

Foto: travelfauziamir.files.wordpress.com

Rumah Adat Sao Mario menyimpan beragam barang antik, mulai dari kursi, meja, tempat tidur, peralatan perang, dan berbagai jenis batu permata berharga.

Bisa dikatakan inilah tempat Anda  belajar budaya. Pengunjung Rumah Adat Sao Mario tidak hanya bisa melihat bangunan khas Suku bugis, tapi juga berbagai jenis rumah adat khas suku lainnya di Indonesia.

Bangunan tradisional ini memiliki panjang 40 meter dan lebar  14 meter. Selain Rumah Adat Toraja, ada juga bangunan tradisional ala Minangkabau, Mandar dan Batak.

LEAVE A REPLY