Suku Kajang Amma Toa, Ditakuti Sekaligus Dikagumi Dunia

0
194
Foto: kajangituhitam.blogspot.co.id

Suku Kajang Amma Toa dikenal dengan ilmu sihir yang merupakan adat mistis suku ini. Itulah mengapa, oleh dunia suku ini termasuk suku yang ditakuti, namun sekaligus dikagumi.

Ya, bagi Traveler yang menyukai kebudayaan, Amma Toa termasuk destinasi wisata yang menarik untuk disinggahi.

Letaknya dii Sulawesi Selatan, khususnya Bulukumba. Amma Toa, tepatnya di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba, kini menjadi sebuah destinasi wisata adat.

Masyarakat kajang Amma Toa, dalam anginmamiri.com, merupakan salah satu suku tertua yang sangat terkenal di Sulawesi Selatan.

Budaya dan kehidupan sosial masyarakat Amma Toa yang unik, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sejumlah lelaki suku Kajang menyantap sajian ritual Andingingi. Kegiatan makan bersama ini merupakan rangkaian terakhir upacara yang digelar di kawasan Tana Toa, kecamatan Kajang, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.(Foto: Tempo/Irmawati)

Kawasan adat masyarakat Kajang berada dalam wilayah administrasi desa Tanah Toa yang berjarak 56 km dari kota Bulukumba.

Tana Toa Lahir karena ketidak teraturan yang terjadi di masa lampau, dimana kehidupan di dunia termasuk kehidupan manusia pada waktu itu masih dalam keadaan liar.

Keadaan ini mendorong sejumlah manusia untuk membentuk sebuah kelompok dengan segala aturan di dalamnya yang sampai saat ini masih dipegang teguh dan dilestarikan oleh masyarakatnya.

Kajang Amma Toa kini, dipimpin oleh AmmaToa yang ke-22 yang bertanggung jawab melestarikan dan menjadikan agar adat dan tradisi bisa berjalan selaras dengan alam sekitar.

Ciri Khas Masyarakat Kajang Amma Toa

Rumah panggung Suku Kajang yang semuanya sama bahan, besar, dan sebisa mungkin sama arahnya. (Foto: travelfauziamir.files.wordpress.com)

Salah satu ciri khas menarik masyarakat Kajang AmmaToa adalah pakaian hitamnya, bahkan mitos berkembang di masyarakat dengan mengidentikkan masyarakat Kajang dengan ilmu spiritualnya.

Namun tentu saja ini merupakan wujud kesamaan dan kesederhanaan.

Bahasa yang digunakan oleh orang Kajang sehari-hari adalah Konjo. Bahasa Konjo merupakan salah satu rumpun bahasa Makassar yang berkembang tersendiri dalam suatu komunitas masyarakat.

Rumah Suku Kajang menurut sejarah512.worpress.com, seragam bahannya, seragam besarnya, serta sedapat mungkin seragam arah bangunannya.

Keseragaman itu punya maksud untuk menghindari saling iri di kelompok mereka, yang dapat menyebabkan pada hasrat mendapatkan hasil lebih banyak, melalui cara merusak hutan.

Prinsip hidup Suku Kajang Tallase kamase-mase bermakna hidup memelas, hidup apa adanya, hidup sederhana untuk orang-orang Kajang merupakan sejenis ideologi yang berperan sebagai pemandu serta rujukan nilai dalam menggerakkan kehidupan sehari-hari.

Wow, Traveler, betapa mengagumkan kehidupan mereka, bukan?

LEAVE A REPLY