Sudah Coba Sate Suruh Salatiga yang Legendaris? Yuks!

0
140
Foto: yotagram

Sate Sapi Suruh khas Salatiga yang termasuk legendaris ini memang merupakan salah satu daya tarik kuliner kota ini. Rasanya yang khas serta bumbu kacang yang kasar justru membuat keberadaannya makin dirindui.

Sudah banyak sekali cabangnya memang, salah satunya di tengah kota Salatiga. Keberadaannya populer dan diminati.

Asal Nama ‘Suruh’

Lalu, mengapa sih dinamakan ‘Sate Suruh’? Nah, ternyata  Suruh berasal dari nama sebuah pasar yaitu Pasar Suruh,  yang terletak di kabupaten Semarang yang mengelilingi kota Salatiga.

Foto: daihatsu.co.id

Sate Sapi Suruh, menurut teamtouring.net,  semakin dikenal saat dikelola oleh generasi ketiga. Meski namanya Sate Sapi Suruh, tapi cikal bakalnya berasal dari Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

Cabangnya saat ini berada di Suruh, kompleks Makutarama Salatiga, Ungaran dan di Jalan Sriwijaya Semarang. Wah, cukup banyak!

Warung Sate Sapi Suruh yang  Sederhana

Warung Sate Sapi Suruh memang terlihat amat sederhana.  Hanyalah berupa warung kecil yang diberi spanduk kuning biasa, yang bertuliskan warung tersebut tanpa adanya gambar atau foto makanan Sate Sapi Suruh.

Lokasinya berada di kompleks pasar Suruh. Rute menuju warung ini dari pusat kota Salatiga ke arah selatan menuju pertigaan Terminal Tingkir Salatiga.

Saat tiba di pertigaan Terminal Tingkir Salatiga belok ke arah kiri atau timur melewati Jalan Raya Suruh-Karanggede. Ikuti jalan tersebut hingga tiba di kawasan Pasar Suruh.

Posisi warung tersebut berada di salah satu pintu masuk bangunan Pasar Suruh. Kendaraan pengunjung dapat diparkir di area parkir pasar tersebut.

Foto: Snap361

Warungnya cukup sempit sehingga pengunjungnya pun terbatas. Namun banyak yang memesan sate dan membawanya pulang. Oleh karenanya, antriannya cukup lumayanlah.

Seporsi yang Menggiurkan

Wow, siapa yang tidak tergoda dengan hidangan yang dilembari daun pisang, dengan potongan ketupat, beberapa tusuk sate dan bumbu kacang yang dituang membanjiri seluruh ‘anggota’ piring.

Satenya disajikan dalam potongan besar dan empuk. Bumbu manis mendominasi, namun lezat dalam lumatan.

Berbeda dengan bumbu sate biasa, bumbu Sate Sapi Suruh ini cenderung kasar, bahkan terkadang gula merahnya juga masih terasa gumpalannya.

Wah, rasa yang asyik dan menyenangkan. Coba saja sejumput bumbunya, Anda akan tergiur untuk membawanya pulang sebagai oleh-oleh kerabat.

Nah, main-main ke Salatiga, selain wedang ronde legendaris, cobalah kuliner Sate Sapi Suruh ini!

LEAVE A REPLY