Sopi Koli, Sapaan Unik Maluku Barat Daya Untuk Pelancong

0
26
Foto: monikaerikaiswari.files.wordpress.com

Sopi Koli adalah sejenis minuman tradisional Maluku Barat Daya. Bukan minuman biasa, Sopi Koli merupakan minuman sarat dengan makna. Nah, ada sebuah ritus unik saat pelancong datang ke Maluku Barat Daya: disambut minuman Sopi Koli.

Sopi Koli ini adalah sejenis arak yang dibikin dari koli atau aren.

“Minuman itu adalah minuman adat,” ujar Melki, pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Barat Daya, saat ditemui dalam acara Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara di Hall B, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari Tempo.

Simbol Sopi Koli

Sopi Koli menjadi simbol keakraban antara tuan rumah dan tamu yang datang. Sopi Koli dihidangkan untuk berbagai upacara, selain sebagai penyambut tamu. Secara khusus digunakan untuk ritual-ritual dengan suasana bahagia, seperti perkawinan adat.

“Di Maluku, kami mengenal dua perkawinan. Ada perkawinan sipil dan adat,” katanya. Nah, dalam perkawinan adat itulah Sopi Koli dihidangkan.

Foto: oomph.co.id

Sopi koli mengandung alkohol. Dalam kualitas yang baik, kadar alkoholnya mencapai 40 persen. Sopi terbaik diproses melewati beberapa kali penyulingan lho.

Makin jernih sopi, makin tinggi kadar alkohol, makin bagus juga mutunya. Lantaran beralkohol cukup tinggi, biasanya, minuman itu hanya dikonsumsi oleh orang dewasa dan dalam jumlah yang terbatas.

Penggerak Kehidupan Ekonomi

Bukan sekadar simbol keakraban, minuman ini memiliki peran penting sebagai roda penggerak mengepulnya asap dapur. Sebab, masyarakat setempat sebagian besar menggantungkan hidup dengan menjual Sopi Koli.

Jika tak doyan minum sopi, mereka punya alternatif minuman lain, yakni anggur masak. Anggur masak adalah Sopi Koli yang dicampur dengan rempah-rempah, gula pasir, air putih, dan nanas. Kadar alkoholnya hanya 10 persen dan rasanya manis.

“Ibu-ibu yang tidak minum sopi biasanya minum ini,” kata Melki.

Sopi bisa ditemukan di hampir semua wilayah Maluku Barat Daya, khususnya Pulau Kisar, Pulau Moa, Pulau Leti, dan Pulau Tepa.

Bila ingin mencoba, pelancong bisa mengunjungi daerah-daerah tersebut. Namun tidak bisa dibawa sembarangan untuk oleh-oleh lantaran tergolong minuman beralkohol.

LEAVE A REPLY