Situs Ratu Boko; Bangunan Candi atau Istana?

0
462
Bagian tengah Situs Ratu Boko. (Foto: Sandra Palupi)

Perjalanan sekitar 3 km sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan ini, mempertemukan saya dengan situs purbakala, semacam komplek sisa-sisa bangunan peninggalan abad ke-8.  Situs Ratu Boko. Letaknya berada di atas bukit yang tinggi, yaitu 196 meter di atas permukaan laut.

Bentuk bangunan Situs Ratu Boko memang seperti bangunan candi yang khas. Namun dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton atau istana raja. Dalam Wikipedia, pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks Situs Ratu Boko bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng. Adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan telah membuktikannya. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.

Nah, sampai di sini bisa diambil kesimpulan bahwa Situs Ratu Boko adalah sebuah istana, bukan? Barangkali Anda bisa menemukan jawaban lebih setelah mengunjungi tempat ini. Sebagai catatan untuk Anda, sejak tahun 1995, situs ini telah dicalonkan UNESCO untuk dijadikan situs warisan dunia.

Salah satu bagian dalam dari istana. (foto: Sandra Palupi)

Oke, lanjut. Nama Ratu Boko berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (dalam Bahasa Jawa: Raja Bangau) adalah ayah dari Loro Jonggrang lho! Masih ingatkah dengan kisahnya? Ada yang mengatakan bahwa Istana ini dulunya adalah Istana Loro Jonggrang.

Meski seolah kurang dikenal seperti situs bersejarah lain, siang itu saya dapati pengunjung tak henti-henti datang berganti-ganti. Keluar masuk lokasi dengan frekuensi yang lumayan sering. Anda bisa membeli tiket dan selanjutnya bisa mulai bersiap-siap berjalan masuk ke lokasi. Anda akan disuguhi panorama Gunung Merapi di kejauhan. Di muka gapura terdapat restoran dan Plaza Andrawina, sebuah ruang pertemuan terbuka.

Hal yang unik adalah, Situs Boko merupakan kompleks profan, lengkap dengan gerbang masuk, paseban, pendopo, pemukiman, kolam permandian atau keputren, hingga pagar pelindung. Di sana juga terdapat Gua Lanang dan Gua Wadon sebagai tempat meditasi.

Keistimewaan lain dari situs ini adalah adanya tempat pembakaran mayat atau tempat kremasi.

Betapa lokasi yang sangat luas… (foto: Sandra Palupi)

Kompleks ini sangatlah luas, jadi siapkan alas kaki yang cukup nyaman untuk perjalanan panjang. Selain itu, udara siang yang cukup panas nampaknya akan memaksa Anda untuk menyiapkan pelindung kepala. Saya sarankan sih, datanglah di pagi atau sore hari.

Namun akhirnya, seolah menjadi hadiah bagi Anda yang telah berjalan-jalan jauh, anda bisa menyewa tikar untuk duduk-duduk di taman yang luas sambil minum es kelapa muda. Sejumlah pedagang, tentu saja seijin pengelola, telah bersiap untuk Anda.

Ratu Boko juga terkenal dengan tempat yang paling oke untuk menikmati sunset. Puncak keindahannya di pukul 17.00WIB – 18.00 WIB. Siapkan kamera Anda dan abadikanlah momen indah tersebut.

LEAVE A REPLY