Sekayu, Kota Pendidikan dan Pariwisata Olahraga

0
977
Kolam renang di Sekayu, Musi Banyuasin yang dapat difungsikan kembali sebagai lokasi wisata olahraga. (Foto: traveltoday)

Minggu lalu, saya diajak teman lama untuk mengunjungi Sekayu. Kota yang berjarak tiga jam perjalanan darat dari Palembang ini merupakan ibukota Kabupaten Musi Banyuasin yang berada di Propinsi Sumatera Selatan.

Menurut wikipedia, Sekayu memiliki luas 701,60 kilometer persegi dan dihuni oleh 222.263 jiwa. Kota ini berada di tepi Sungai Musi bagian hulu, sedangkan Palembang berada di tepi bagian hilir, lebih dekat ke muara. Maka dari Palembang ke Sekayu juga bisa ditempuh lewat jalur sungai, namun karena sungai yang berkelok-kelok, menyebabkan perjalanan jauh lebih lama. Menurut informasi yang saya dapatkan dari pengemudi kapal motor, kalau berangkat sore dari Palembang, maka akan tiba pagi hari di Sekayu. Tergantung kecepatan kapal dan kapal apa yang digunakan.

Saya pernah mengunjungi kota ini beberapa kali dan tahun 2004 adalah kunjungan terakhir saya. Sudah lumayan lama. Waktu itu kota ini sedang mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu kota penyangga penyelenggaraan Pekan Olaharaga Nasional ke-XVI. Kota penyelenggara utamanya adalah Palembang. Ada beberapa cabang olahraga diadakan di kota ini, seperti renang, berkuda, balap motor, terbang layang, dan beberapa cabang olahraga lainnya. Kota ini tampak ramai oleh persiapan tersebut. Sarana olahraga standar nasional dan internasional banyak dibangun di kota ini. Seperti kolam renang standard olimpiade, stable berkuda, sirkuit motor, GOR bulutangkis, stadion sepak bola, dan arena terbang layang.

Setelah hampir tiga belas tahun ternyata tidak banyak yang berubah. Kolam renang standar olimpiade yang dulu dibangun dan digunakan buat penyelenggaraan PON, kini tampak sepi dengan banyak ruangan kosong. Begitu juga stables berkuda yang dulu tampak megah, kini tak digunakan lagi dengan semestinya. Malah beralih fungsi buat acara-acara pertemuan. Stadion sepak bola dan GOR bulutangkis pun setali tiga uang.

Wisma Atlet yang dulu dibangun buat tempat penampungan atlet, sekarang berubah fungsi menjadi penginapan yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Begitu juga gedung yang dibangun di pusat kota untuk pusat perkantoran Petro Muba dan kantor-kantor perusahaan migas tampak banyak yang kosong. Namun ada juga gedung yang baru dibangun dan tampak megah yaitu Gedung Serba Guna Sekayu dan satu lagi yang baru dibangun yaitu Water Front yang terletak di pinggir Sungai Musi untuk sarana rekreasi keluarga yang tampak baru namun kios-kiosnya juga kosong tanpa penghuni. Mungkin belum terisi.

Gedung olahraga ini bisa dibenahi menjadi lokasi wisata olahraga seperti Museum Bulutangkis. Bukan tidak mungkin sebuah museum bulutangkis hadir di Sekayu, Musi Banyuasin. (Foto: traveltoday)

Setelah diajak keliling kota yang cuma butuh waktu satu dua jam saja, saya menjadi tertarik dengan kota ini. Dengan semua sarana olahraga yang dimiliki, banyak hal yang bisa dilakukan di Sekayu. Tentu saja untuk bidang olahraga. Terus terang saya tidak banyak tahu tentang kegiatan apa saja yang telah diselenggarakan kota ini untuk mengisi semua sarana olahraga yang mereka miliki. Namun menurut pendapat saya, kota ini sangat bisa dikembangkan menjadi kota pendidikan dan pariwisata khusus olahraga.

Ada banyak faktor yang menjadi keunggulan kota ini dibandingkan dengan kota-kota derah tingkat dua lainnya. Pusat Kota Sekayu memiliki infrastruktur yang sudah baik dan tertata rapi. Jalan utama kota ini tampak luas dan terdapat trotoar untuk pejalan kaki. Semua fasilitas olahraga dan fasilitas utama lainnya yang dimiliki Sekayu berada di pinggir jalan utama ini. Kendaraan yang berlalu-lalang juga tidak terlalu ramai, sehingga belum terjadi polusi udara yang berlebihan seperti kota-kota lainnya.

Di jalan utama Sekayu bisa diadakan perlombaan jalan santai, sepedai santai, fun run, maupun jalan cepat setiap minggunya. Kemudian kolam renang bisa diisi dengan perlombaan renang tingkat daerah, nasional dan internasional. Stadion sepak bola dan futsal juga bisa terus diisi dengan banyak pertandingan dari tingkat SD, SMP, SMA, dan universitas sampai dengan usia dewasa yang melibatkan klub-klub futsal dan sepak bola ternama. Begitu juga dengan GOR bulutangkis dan tenis meja, sirkuit, dan arena terbang layang.

Sedangkan gedung-gedung yang kosong bisa dimanfaatkan untuk mendirikan beberapa museum olahraga dan juga sekolah-sekolah olahraga. Seperti Museum Tinju Indonesia, Museum Sepak Bola, Museum Bulutangkis dan juga museum olahraga lainnya yang tentu saja cabang tersebut sudah menelurkan banyak juara dunia. Layaknya museum-museum olahraga yang dimiliki oleh sejumlah klub terkenal seperti Barcelona, Real Madrid, AC Milan atau museum sepak bola di Zurich, namun dalam versi yang lebih kecil. Di dalam museum bisa ditempatkan foto-foto, memorabilia, video pertandingan dan juga beberapa alat olahraga yang bisa digunakan buat pengunjung. Sehingga dapat menginspirasi mereka untuk menjadi atlet-atlet olahraga yang pernah berjaya membela bangsa.

Sekolah olahraga yang dibangun harus sesuai dengan standar Internasional dan mempunyai kurikulum dan target yang jelas. Seperti sekolah renang, sekolah bulutangkis, sasana tinju, sekolah sepak bola dan sekolah olahraga lainnya, yang memang sarananya sudah dimiliki oleh Kota Sekayu. Sehingga semua sarana olahraga tersebut terus dapat dimaksimalkan penggunannya sesuai dengan fungsinya dan tentu saja jadi terkelola dengan baik. Bukan hanya itu, karena banyaknya pendatang yang masuk ke Sekayu, tentu saja industri perhotelan, transportasi, restoran, dan pedagang kaki lima, kerajinan rakyat usaha kecil dan menengah juga industri hiburan akan ikut menggeliat dan berkembang di kota ini.

Dengan berdirinya sekolah-sekolah olahraga, museum olahraga dan juga banyaknya event olahraga yang diselenggarakan secara berkala, terus menerus dan kontinyu, maka lambat laun kota ini akan segera dikenal sebagai kota pusat Pendidikan, penyelenggaraan, dan pusat pariwisata olahraga di Indonesia. Tentu saja harus dipromosikan secara massif dan berkesinambungan, yang melibatkan orang-orang yang terkenal di dunia olahraga. Semoga saja mimpi ini bisa segera menjadi nyata.

Salam dari Sekayu, Musi Banyuasin.

Zahrudin Haris

SHARE
Previous articleSurabaya Ingin Pasar Tradisional untuk Wisata
Next article7 Spot Wajib Kunjung di Amsterdam
Zahrudin Haris mencintai travelling sepenuh hati. Sudah banyak tempat yang ia singgahi baik di Indonesia dan mancanegara. Sebagai salah satu wujud rasa cintanya pada dunia wisata ia dirikan traveltodayindonesia.com

LEAVE A REPLY