Sejenak Duduk Santai di Plataran Pakualaman Yogyakarta

0
333
Plataran Pakualaman menyajikan angkringan dan beberapa warung tenda yang memang menyuguhkan jajanan sederhana untuk menemani Anda duduk santai. (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Plataran Pakualaman Yogyakarta, memang sudah cukup lama menjadi ajang tempat nongkrong kawula muda untuk menghabiskan waktunya di malam hari hanya sekedar bercengkerama. Plataran Pakualaman ini, tidak hanya ramai di saat malam hari, namun di siang juga digunakan sebagai area kuliner murah meriah.

Di waktu malam, Plataran Pakualaman menyajikan angkringan dan beberapa warung tenda yang memang menyuguhkan jajanan sederhana untuk menemani Anda duduk santai. Anda dapat bercengkerama sambil menikmati temaramnya lampu-lampu area Puro Pakualaman yang memberikan suasana menjadi semakin eksotis.

Pemandangan Puro Pakualaman di malam hari (Purwono Nugroho Adhi)

Walaupun, sekarang Plataran Pakualaman tidak seramai dulu, namun tetap memberikan salah satu pilihan bagi kawula muda. Era tahun 90an, Plataran Pakualaman memang dikenal sebagai salah satu tempat nongkrong favorit yang murah meriah. Namun, dengan perkembangan tumbuhnya mall dan berbagai fasilitas publik di Yogyakarta yang semakin berkembang, menjadikan Plataran Pakualaman bukan lagi pilihan favorit.

Jika Anda nongkrong di Plataran Pakualaman, Anda disajikan jajanan yang lebih tradisional, salah satunya adalah jadah bakar yang enak dan gurih. Plataran Pakualaman memang sejak dulu dikenal menyajikan jadah bakar yang enak. Apalagi, sajian jadah itu diimbangi dengan minuman jahe hangat yang segar, sehingga memberikan kenyamanan Anda.

Tentu, bagi kawula muda era milenial ini, kadang pilihan jajan tradisional sudah bukan lagi menarik untuk mereka. Maka, jika Anda mampir nongkrong di Plataran Pakualaman, kadang lebih banyak orang-orang yang sudah paruh baya. Apalagi, kadang musik pengiring yang diputar di Plataran Pakualaman lebih bernuansa “oldies.”

salah satu sajian di Plataran Pakualaman adalah jadah bakar yang enak dan gurih (Purwono Nugroho Adhi)

Tapi, nongkrong di Plataran Pakualaman dapat menjadi ruang untuk menikmati sisi lain suasana Yogyakarta yang sekarang sudah berbeda dengan tumbuhnya ratusan hotel, resto, bistro hingga café yang lebih modern dengan hiruk pikuknya. Plataran Pakualaman, saat ini menjadi ruang lain bagi sejenak malam untuk mengingatkan Yogyakarta tempo dulu yang lebih manusiawi dan bersahaja.

LEAVE A REPLY