Sejarah! Penerbangan Internasional Telah Terhubung dengan Destinasi Danau Toba

0
1175
Berkeliling menikmati indahnya Danau Toba dengan kapal wisata yang unik. (foto: Kemenpar/Facebook)

Tepat di hari Kemerdekaan RI menjadi momen bersejarah bagi Bandara Internasional Silangit pada Jumat (17/8/2018). Direct Flight internasional untuk pertama kalinya mendarat di Silangit, yaitu Maskapai Malindo Air. Momennya pun spesial. Bertepatan dengan HUT ke-73 RI. Inaugural flight internasional Malindo Air ini, juga menjadi kado indah buat Danau Toba.

Pesawat Malindo Air bernomor OD 360, membawa 38 penumpang dengan loadfactor 52% dari bandara Sultan Abdul Aziz Shah, Subang, Malaysia. Ceremony terbaik diberikan bagi wisatawan yang terbang langsung dari mancanegara.

“Kehadiran Malindo Air menjadi momen bersejarah. Apalagi, bertepatan dengan HUT ke-73 RI. Kehadiran Malindo Air ini akan bagus bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran mereka ini akan memberikan efek positif disemua sektor,” ungkap Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, melalui keterangan tertulis.

Ketika mendarat, pesawat Malindo Air OD 360 disambut dengan water canon salute. Saat pintu pesawat dibuka, musik khas Gondang Batak pun terdengar. Begitu para wisatawan turun, Tarian Hatta Sopisik yang dibawakan Komunitas Seni Budaya Kreatif Tobasa disajikan. Tarian ini bercerita tentang ikatan janji sepasang kekasih. Mereka sepakat tidak ingkar janji. Setelah setuju, lalu menari bersama.

“Destinasi Danau Toba ini kaya dengan budaya, selain alamnya yang eksotis. Yang jelas, kami gembira karena semua lancar. Proses pengurusan administrasi juga bagus. Sistem di Bandara Silangit berjalan sesuai harapan,” terang Ari.

Responnya Positif, Lho!

Pesawat Malindo Air.

Simak juga: Ciamik, Kedatangan Ibu Negara Memantik Pamor Destinasi Danau Toba!

Mengawali flight perdana, respons positif pun diberikan oleh publik. Menggunakan pesawat ATR72-600 dengan kapasitas 72 seats, rata-rata keterisian sudah mencapai sedikitnya 40% dalam sepekan ke depan. Station Manager Malindo Air Silangit Yudha Nugraha mengatakan, progres pasar sangat positif karena durasi waktu open sale sangat sigkat. Pemesanan tiket secara onlinenya melalui www.malindoair.com.

“Semua sesuai skenario. Flight perdana sangat menjanjikan. Sebab, durasi waktu penjualan tiket sangat pendek. Hanya sekitar dua pekan saja, sejak awal Agustus ini. Namun, destinasi Danau Toba ini sudah familiar di Malaysia. Para wisatawan juga senang dengan alam dan budaya di Toba. Kami optimistis, keterisian tempat duduk akan terus bertambah,” ujar Yudha.

Upayakan Pelayanan Prima
Danau Toba, Sumatera Utara. (foto: kedaipena.com)

Jangan lewatkan: Nikmati Sensasi Keliling Danau Toba di “Rumah Batak Terapung”

Untuk persiapan rute baru, Malindo biasanya membutuhkan waktu sekitar beberapa bulan untuk open sales. Hal serupa saat ini dilakukan oleh AirAsia yang akan memulai penerbangan perdananya pada 28 Oktober. AirAsia menghubungkan Bandara Internasional Kuala Lumpur 2, Malaysia, dengan Bandara Silangit. Yudha melanjutkan, layanan terbaik akan diberikan Malindo Air bagi para wisatawan.

“Kami akan memberikan pelayanan prima kepada wisatawan. Keramahtamahan akan selalu ditonjolkan. Sebab, keramahan memang menjadi budaya masyarakat di sini. Kami berharap, dengan berbagai fasilitas kenyamanan yang diberikan akan semakin membuat wisatawan betah berada di sini,” lanjut Yudha.

Resmi melayani rute Subang-Silangit, Malindo Air memiliki frekuensi penerbangan empat kali sepekan. Flightnya dilakukan Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan dari Subang pukul 13.45 waktu setempat. Harga tiketnya RM189. Untuk rute Silangit-Subang dilayani setiap pukul 14.50 WIB. Tiketnya dibanderol dengan nominal Rp549 ribu.

LEAVE A REPLY