Segoe Njamoer, Inovasi Generasi Muda Indonesia di Dunia Kuliner!

0
1681
Foto: www.ziliun.com

Traveler, inovasi kuliner Segoe Njamoer nampaknya perlu jadi sasaran lanjutan yang perlu dicicipi! Rizki Aris Yunianto (28), generasi muda Indonesia ini bersama kawan-kawan di bangku kuliah, menggeluti dunia wirausaha dengan tekun dan sukses!

Betapa tidak, dunia wirausaha yang sudah ditekuni Rizki kini omsetnya telah mencapai milyaran rupiah dalam setahun,  lewat kuliner Segoe Njamoer.

Segoe Njamoer ini merek makanan olahan jamur berbumbu, dengan jenis produk antara lain Siomay Njamoer, Pentol Njamoer, dan tentu saja Sego Njamoer  yang merupakan nasi berbungkus segitiga berisi jamur yang telah diberi bumbu lezat!

Bantu Petani Jamur

Rizki dan kawan-kawan mempunyai  misi membantu petani jamur.  Ini menjadi semangat tersendiri dan Rizki terus mengikuti kompetisi-kompetisi wirausaha untuk mendapatkan modal mengembangkan Sego Njamoer.

Outlet yang unik dan berbagai pilihan menu jamur simpel dan menyehatkan. (Foto: idntimes.com)

“Kita sama sekali gak pakai pinjaman. Uang hadiah dari kompetisi yang kita putar terus untuk buka outlet dan pengembangan,” terang Rizki dalam wawancaranya dengan IDNTimes(1/8).

Berbekal jargon “Ada Doa Petani Jamur di Setiap Gigitannya”, Rizki juga membawa cita-cita besar dalam produk Sego Njamoer. Ia dan kawan-kawan ingin membantu pemasaran petani-petani jamur di Jawa Timur melalui produk mereka.

“Awalnya kita riset bareng teman-teman santri yang juga punya budidaya jamur. Ketemu permasalahannya, akhirnya kita mau memecahkan keresahan ini melalui PKM-K dulu,” jelasnya.

Nah, sampai kini, jargon tersebut masih dipegang teguh oleh para founder. Hitungan keberhasilan usaha mereka bukan dari nominal keuntungan, melainkan berapa banyak jamur dari para petani yang telah terserap oleh Sego Njamoer.

Yakin tak penasaran varian rasa Segoe Njamoer ini? (Foto: qraved.co)

“Hingga saat ini, kita sudah berhasil menyerap 100 ton jamur dalam setahun. Itu tujuan utama kami, membantu petani jamur,” ungkapnya. Wow!

Berawal dari PKM

Ya, semua berawal dari Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) pada tahun 2009, saat Rizky dan kawan-kawan masih berstatus sebagai mahasiswa semester 4 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Awalnya ya iseng-iseng campur serius dikit,” kata Rizki. dalam wawancaranya dengan IDNTimes(1/8).

Setelah berhasil mendapatkan dana hibah PKM sebesar Rp5 juta, Rizki dan kawannya melanjutkan riset untuk kompetisi selanjutnya yaitu Progam Mahasiswa Wirausaha (PMW) pada tahun 2010.

Akhirnya, mereka berhasil mendapatkan dana hibah PMW sebesar Rp23 juta yang kemudian digunakan untuk membuka outlet pertama di dalam kampus ITS.

Hebatnya, saat ini telah ada 75 outlet Sego Njamoer yang tersebar di kampus, mal, dan jalanan di Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta lho.

Bangganya Indonesia!

LEAVE A REPLY