Sambut Ramadan Dengan Bajong Banyu, Tradisi Unik Warga Magelang

0
516
Foto: cdn.metrotvnews.com

Bajong Banyu adalah tradisi unik Warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kabupaten Magelang. Ini merupakan cara tersendiri  mereka dalam menyambut bulan Ramadan. Ya, tradisi ini ditujukan untuk menyucikan diri menyambut bulan puasa.

Ketua Karangtaruna Dusun Dawung, Gepeng Nugroho, mengatakan, tradisi ini adalah tradisi yang dilakukan setiap menjelang bulan Ramadan.

Tradisi yang telah lima tahun diadakan ini tujuannya adalah untuk mensucikan diri sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Ini adalah tradisi tahunan menjelang bulan suci ramadhan, tujuannya untuk pensucian diri,” kata Gepeng, Minggu (13/5/2018), di sela-sela tradisi Bajong Banyu di Dusun Dawung, Desa Banjarnegara, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, seperti dilansir Tribunnews.

Makna Filosofis

Banyak makna filosofis yang terkandung dalam Tradisi Bajong Banyu tersebut. Pertama adalah arti pentingnya air di Sendang Kedawung yang memberikan penghidupan untuk masyarakat Dawung dan sekitarnya.

Para tokoh masyarakat dan sesepuh desa mengambil air di Sendang Kedawung untuk digunakan pada Tradisi Bajong Banyu di Dusun Dawung, Desa Banjarnegara, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (13/5/2018).   (Foto: TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri)

Gepeng mengatakan, sumber air tersebut tidak pernah kering bahkan di saat musim kemarau. Mata air tersebut harus terus dijaga untuk keberlangsungan hidup masyarakat desa.

“Sejak dulu sampai sekarang mata air di Sendang Kedawung ini unik karena tak pernah kering, meskipun kemarau. Ritual ini adalah untuk mengingatkan kita akan pentingnya sumber mata air, yang harus terus dijaga, karena sumber air itu yang memberikan penghidupan untuk masyarakat,” kata Gepeng.

Ritual Bajong Banyu

Diawali dengan upacara yang diiringi pertunjukan tarian tradisional dari mulai Topeng Ireng hingga Jathilan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengambilan air di sumber air Sendang Kedawung oleh puluhan warga serta para tokoh dan perangkat desa setempat.

Para tokoh masyarakat dengan membawa kendi mengambil air yang ada di Sendang Kedawung dikawal dan dijaga oleh pasukan Bregada berjalan sejauh 100 meter menuju sumber air. Sambil membunyikan bonang dan kenong, ritual mengambil air dimulai.

Para penari melakukan tarian terlebih dahulu, lalu diikuti pengambilan air dari sendang, yang dibawa lagi ke tengah-tengah dusun.

Tradisi Bajong Banyu yang pernah ada, warga dengan penuh kegembiraan saling melempar air. (Foto: www.wego.co.id)

Selanjutnya sesepuh desa menuangkan air yang dianggap suci tersebut ke dalam gentong. Lalu menyiramkan dan melemparkannya kepada masyarakat. Terjadilah perang air atau Bajong Banyu yang merupakan inti dari tradisi tersebut.

Rangkaian acara selain kesenian tradisional, ritual pengambilan air, perang air, juga diadakan peragaan busana dengan kostum yang unik hasil kreasi dari masyarakat Dusun Dawung dan sekitarnya.

Tradisi ini menjadi atraksi seni dan budaya yang juga menarik wisatawan untuk berkunjung dan menyaksikannya.

Ya, Traveler. Tradisi Bajong Banyu  kini semakin menarik dan diminati tahun ke tahun.

LEAVE A REPLY