Sambangi Waroeng Spesial Sambal “Perjuangan,” Warung Tenda Pertama Bersejarah

0
422
Sajian menu telur bakar dan tempe dengan sambalnya yang khas.

Waroeng Spesial Sambal atau yang sering disingkat dengan “SS”, sekarang ini sudah mempunyai kurang lebih 83 outlet yang tersebar di berbagai kota-kota besar. Waroeng “SS” ini sekarang dikenal sebagai kuliner franchise yang cukup laris dan dikenal di berbagai kalangan sebagai penyedia kuliner sambal yang sangat kompetitif.

Namun, tahukah Anda, bahwa Waroeng Spesial Sambal ini sebelum laris dan mempunyai puluhan cabang di beberapa kota besar di Indonesia ini, bermula dari warung tenda sederhana yang membuka lapaknya setiap sore hari di plataran trotoar di Jalan Kaliurang km 3, atau  tepatnya di samping barat Graha Sabha Pramana UGM Jogja. Travel Today Indonesia mencoba menyambangi untuk menelisik sejarah menarik  perkembangan perjuangannya dari sekedar warung tenda ini.

Waroeng Spesial Sambal “Perjuangan,” Waroeng Pertama

Waroeng Spesial Sambal “Perjuangan”, itulah sebutan warung tenda yang ada di Jalan Kaliurang km 3, atau  tepatnya di samping barat Graha Sabha Pramana UGM Jogja ini. Warung tendanya ini hingga sekarang masih dipertahankan, bahkan diberi label “perjuangan”, sebagai tanda pengingat perjuangan merintis usaha dari kecil hingga besar ini. Banyak orang, terutama para kawula muda yang studi sebagai mahasiswa generasi tahun 2002 di Jogja, tentu masih mengingat kelesatan bersejarah Waroeng Spesial Sambal ini.

Waroeng Spesial Sambal “Perjuangan”, sebutan warung tenda yang ada di Jalan Kaliurang km 3.

Walaupun, sekarang ini sudah 16 tahun, namun kelezatannya tetap masih dipertahankan. Masih saja, ada beberapa pelanggan yang tetap setia menyambangi warung tendanya yang berada di Jalan Kaliurang ini, walaupun sekarang sudah ada banyak sekali cabangnya di berbagai kota. Bahkan di Jogja saja, sudah ada 16 cabang. Belum di berbagai kota lainnya yang totalnya sudah mencapai 83 cabang.

Waroeng Spesial Sambal merintis kuliner sambalnya ini dengan tujuan sederhana, yaitu menyediakan kuliner masakan sambal yang waktu itu belum terlalu menjamur. Pada intinya, Yoyok Hery Wahyono, sebagai penggagas bersama beberapa rekannya ingin menyediakan kuliner alternatif kesukaan masyarakat Indonesia pada umumnya, yaitu kuliner sambal. Awalnya disediakan 11 macam sambal, namun karena perkembangan ide dan berbagai masukan dari para pelanggan, berkembanglah hingga mencapai 32 sambal sekarang ini.

Sambal Selalu Di Uji Coba Terlebih Dahulu

Menariknya, berbagai macam sambal yang tersedia sekarang ini melewati hasil uji coba terlebih dahulu. Biasanya setelah lolos uji coba rasa, kemudian baru disuguhkan ke para konsumennya. Ketika disuguhkan ke konsumenpun, akhirnya juga akan dievaluasi, apakah termasuk dapat diterima atau tidak. Jika dapat diterima, biasanya akan dijadikan sebagai daftar menu sambal seterusnya.

Sudut dan suasana di Waroeng “SS” yang berbentuk warung tenda, sebagai warung pertama di SS di Indonesia.

Saat ini pelanggan di Waroeng Spesial Sambal “Perjuangan” di seputar kawasan UGM ini masih tetap saja ramai. Walaupun tidak seramai waktu era-era tahun 2004, namun masih saja ada yang sering menyambangi ke warungnya ini karena dikenal sebagai warung tenda pertamannya. Biasanya juga, mahasiswa yang dulu sering menyambangi ke warungnya ini, ketika berlibur kembali ke Jogja, tetap mencari dan mengunjunginya, entah karena nostalgia atau ingin masih merasakan keaslian Waroeng Spesial Sambal ini.

LEAVE A REPLY