Reyog Jazz Ponorogo di Tengah Keindahan Telaga Ngebel

0
307
Kesenian Reyog Ponorogo yang sangat khas. (foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Reyog Jazz Ponorogo digelar mulai tanggal 20-22 Oktober 2017 di Telaga Ngebel, Ponorogo. Selaras dengan tema, tentu  hampir keseluruhan acara diisi oleh  musisi jazz top dalam dan luar negeri. Lalu kesemuanya dipadukan dengan keindahan alam telaga di atas bukit. Luar biasa!

Sejumlah musisi Tanah Air dan mancanegara dijadwalkan mengisi festival jazz perdana di Ponorogo ini. Tak tanggung tanggung, Tompi, musisi top asal Aceh ikut ambil bagian dalam gelaran ini.

Musisi asal Aceh itu diagendakan tampil bersama Nita Aartsen Quintet yang terdiri dari Gustu Brahmanta (drums), Doddy Sambodo (bass), Afan Latanette (perkusi), dan seorang trumpeter asal Prancis, Jean-Sebastien.

Bintang utama dari festival ini adalah Bintang Indrianto – Festival yang merupakan kelompok di bawah pimpinan Bintang Indrianto dengan anggotanya Denny Chasmala, M. Iqbal, Ronald Lisan, Sofie, Madun, dan Eugen Bounty. Mereka dijadwalkan akan berkolaborasi dengan penari dan pemusik Reyog Ponorogo.

Sejumlah musisi dari luar negeri juga akan tampil, antara lain musisi Ravish Monin (percussionist/electronic) dan Richard Keyser (trombone/synth) yang tergabung dalam Electronic Duo: Tarana yang berasal dari New York Amerika Serikat.

Sebuah proyek kolaborasi antara Ponorogo-Kuala Lumpur-Jakarta dan Samarinda juga akan menampilkan penyanyi Diana Liu (Malaysia), Udin Jazz Peacocks feat Adi Darmawan dan Tiwi Shakuhachi serta Syaefuddin Dimyati.

Aransemen musik Reyog yang akan dikombinasikan oleh gitaris pentolan YK Band, Yusuf Koen dalam proyek Reyog Jazz juga . Rencananya jazz dan slompret akan beradu.

Even Reyog Jazz Ponorogo di Telaga Ngebel. (foto: hotel.eastjava.com)

Tak ketinggalan tampil komunitas jazz tuan rumah dari Ponorogo, Mrs. Holdingsky & The Apprentice-Jazzthilan Community bersanding dengan komunitas dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terdiri dari Ngalam Jazz Community (Malang), Sojazz Society (Solo), Jazz Mben Senen (Yogyakarta), dan Fusion Jazz Community (Surabaya).

“Selain kota Reog, di Ponorogo juga banyak komunitas-komunitas musik jazz. Umumnya mereka berasal dari kampus-kampus dan masyarakat,” ujar Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Ipong menyebut, hajatan ini tak hanya menggali dan memberi wadah para musisi dan pecinta musik jazz tanah air, tetapi juga untuk mempromosikan sektor pariwisata Ponorogo.

Bagi Menpar Arief Yahya, kehadiran atraksi Reyog Jazz di kota Ponorogo ini bisa menjadi salah satu alternatif destinasi pilihan bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati alunan musik Jazz. Destinasi itu kuat jika ada 3A. Ada Atraksi, Akses, dan Amenitas.

“Sekaligus bisa mngenalkan Ponorogo melalui keelokan jazz yang berpadu dengan keindahan telaga di atas bukit. Kami menempatkan kota Reog (Ponorogo) dalam daftar yang bisa dikunjungi pelancong yang ingin menikmati musik Jazz. Ini Atraksi menjadi luar biasa, World Class,” kata Menpar Arief Yahya

Atraksi Reyog Jazz Ponorogo inilah yang disebut-sebut menjadi daya pikat orang untuk datang ke destinasi. “Nontonnya gratis. Jadi silakan ke Ponorogo. Jangan lupa selfie dan upload keseruan festivalnya ke media sosial masing-masing,” tambah Menpar Arief Yahya.

 

Sumber: Kemenpar

LEAVE A REPLY