Ramadan dan Libur Lebaran di Makam Sunan Ampel Surabaya, Yuk!

0
577
Foto: ksmtour.com

Pergerakan wisata religi saat Ramadan dan jelang Lebaran begitu luar biasa. Coba saja cek kompleks makam Sunan Ampel Surabaya ini. Bisa dibilang ramai dan padat. Sekitar 100 ribu pengunjung per hari datang, sepanjang hari, pagi hingga malam, demikian juga sebaliknya, seolah tak pernah tertidur.

Tak hanya makam Sunan Ampel, sebuah masjid tua juga menjadi magnet wisata religi karena menurut sejarah, masjid ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Majapahit. Nah, tentu saja Sunan Ampel yang membangun masjid ini, salah satu dari Wali Songo.

Bangunan Kokoh dan Tradisi ‘Maleman’

Masjid Sunan Ampel memiliki arsitektur bangunan yang unik. Arstektur masjid berpintu 48 ini kental gaya Jawa kuno. Tanpa kubah dengan atap bersusun tiga. Seperti bangunan pendopo, masjid ini ditopang oleh pilar-pilar yang jumlahnya enam belas.

Jumlah yang sama dengan rakaat salat lima waktu; tiang-tiang berdiameter 60 sentimeter, dengan panjang 17 meter. Masjid yang menjadi cagar budaya ini masih amat terawat. Menara yang dibuat pada abad ke-14 juga masih terlihat gagah menjulang di halaman.

Masjid ini punya tradisi “maleman”. Menurut Indopos.co.id, dalam tradisi itu, para pengunjung membaca tahlil, tadarus, shalat sunah, dan iktikaf semalam suntuk. Para pengunjung banyak mengikuti tradisi ini. Perhitungan utamanya ada di tanggal ganjil, sepuluh hari terakhir Ramadan.

Air Sumur Kuno

Oh ya, terdapat sebuah sumur kuno yang berada di belakang masjid lho. Maka, tak hanya beritikaf dan berziarah ke makam Sunan Ampel, para pengunjung tempat ini juga banyak memburu air dari sumur kuno tersebut. Para peziarah yakin khasiat air sumur itu sama dengan air zamzam di Mekah, Arab Saudi.

Ada yang sekadar menggunakannya untuk membasuh muka. Ada juga yang langsung meminumnya. Bahkan, para peziarah banyak yang membawanya pulang dengan botol-botol air mineral sebagai oleh-oleh.

Konon, sumur itu dibuat langsung oleh Sunan Ampel untuk keperluan berwudu. Saat ini, sumur itu ditutup besi. Namun para peziarah masih bisa mendapati air sumur yang diangap mengandung berkah itu di dalam gentong-gentong yang telah tersedia di belakang Masjid Ampel.

LEAVE A REPLY