Raja Ampat, Surga Tersembunyi yang Mulai Membuka Diri (4)

0
91
Keindahan dan keakraban di tempat ini tak boleh dilupakan. (foto: Zahrudin Haris/Travel Today)

Pukul enam pagi semua peserta sudah siap di lobby hotel. Tur Raja Ampat kami masih berlanjut. Saat ini rombongan bertambah empat orang. Dua orang berasal dari Filipina dan Meksiko, sedangkan dua orang lagi adalah pasangan dari China dan Kroasia. Peserta makin beragam dan obrolan antarpeserta makin variatif dan seru.

Pagi ini cuaca tampak cerah. Mentari tampak malu-malu muncul dari barat mengiringi perjalanan kami menuju Pulau Wayag yang menjadi destinasi terjauh dari paket tour Raja Ampat ini.

Kapten memacu kapal dengan cepat. Gelombang lumayan tinggi. Perahu terbanting-banting dengan keras membuat sebagian penumpang terlihat pusing dan mabuk laut. Sang Kapten menyadari hal ini. Jika dilanjutkan maka akan banyak yang muntah. Akhirnya ia mengambil keputusan untuk singgah di pulau terdekat.

Jangan terlewat: kisah perdana di Raja Ampat

Serunya memancing di tengah ribuan ikan 

Anak-anak laut. (foto: Zahrudin Haris/Travel Today)

Kapal kami merapat di satu dermaga yang lumayan besar. Ternyata tidak hanya kami. Ada banyak kapal lain tujuan Wayag yang ikutan singgah sejenak di sini. Kami turun dan menuju kampung untuk mencari kudapan dan minuman ringan.

Sebagian peserta memanfaatkan waktu berfoto bersama anak-anak kampung. Mereka  tampak menyatu dengan semua turis yang datang. Sementara saya ikut memancing bersama anak-anak yang berada di pinggiran dermaga. Saya memperhatikan kailnya. Aneh juga. Mereka memancing tanpa umpan. Yang terkait di kail cuma karet busa berbentuk belalang.

Walaupun tanpa umpan, ikan yang mereka dapat lumayan banyak. Saya melihat ke bawah yang jaraknya lebih kurang dua meter. Tampak ribuan ikan hilir mudik berombongan di sekitar kail. Wajar kalau setiap kail turun selalu digigit ikan. Tinggal kecepatan tangan kita saja untuk menariknya. Saya memancing bersama anak berumur lima tahun yang tampak sudah ahli melakukannya. Saya memandanginya dengan kagum. Benar-benar anak laut. Sesekali kail kami ditarik ikan, kami berteriak gembira. Seru sekali.

Setelah satu jam dan semua peserta sudah tampak sehat, kami kembali melanjutkan perjalanan.

Jangan lupa singgah: kisah kedua di Raja Ampat

Indahnya Pulau Wayag 2 

Mendaki Pulau Wayag 2. (Zahrudin Haris/Travel Today)

Satu jam kemudian kami tiba di lokasi. Kapal yang kami tumpangi memasuki area kepulauan Wayag. Ternyata Wayag terbagi dua, yaitu Pulau Wayag 1 dan 2. Kami memilih Pulau Wayag untuk didaki. Karena menurut tour guide tempat ini yang paling indah di Raja Ampat.

Kapal kami merapat di tebing bebatuan karang tanpa dermaga. Tebing terlihat sangat curam dengan karang-karang yang lumayan tajam, seperti saat naik ke Telaga Bintang. Lumayan berbahaya. Apalagi buat anak kecil dan orang tua.

Untuk mendaki ke puncak dibutuhkan waktu 20 sampai 30 menit. Saya mendaki lumayan cepat. Namun terhalang sejumlah ibu-ibu yang juga naik. Jadi harus bersabar dan sesekali membantu mereka. Dan ketika tiba di puncak bukit, hanya ada satu kata yang akan keluar dari mulut anda: wooooow!

Keindahan tempat ini tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Hanya ada rasa takjub dan bahagia. Kami hanya membelalakkan mata ke segala arah dengan pandangan mata yang berkaca. Panas yang terik, lelah yang melanda, dan peluh yang mengalir tak lagi terasa. Indahnya. Betapa kita sangat beruntung mempunyai tempat seindah ini. Menurut saya ini adalah salah satu destinasi wisata terindah di dunia.

Jangan lewatkan ini juga: kisah ketiga tentang Raja Empat

Pulau Wayag 1 yang seperti surga
Menikmati Pulau Wayag 1. Surga. (foto: Zahrudin Haris/Travel Today)

Setelah puas menikmati pemandangan dari puncak Pulau Wayag 2, kami kemudian turun dan diajak untuk menikmati Kepulauan Wayag yang berjumlah ratusan pulau kecil ini dari bawah.

Kapal kami berjalan dengan perlahan. Menyusuri sela-sela pulau-pulau kecil berbentuk lonjong,  yang seakan diatur tumbuh dan disusun rapi dari dasar laut.  Inilah salah satu keajaiban alam. Sebagian pulau-pulau ini mempunyai pantai pasir putih yang sangat landai dan indah. Kami memilih untuk merapat di salah satunya.

Tempat inilah yang saya bilang seperti surga. Namun teman Meksiko saya bilang inilah surga. Lautnya yang tiga warna dengan pasir putih yang halus bak tepung terigu. Dan didasarnya yang landai tampak terumbu karang hidup dengan subur. Sesekali rombongan ikan berwarna-warni berenang di sela kaki kita. Saya setuju dengan teman Meksiko saya itu, jika ingin tahu surga dunia maka di sinilah tempatnya.

foto: Ombas Production

Kami makan siang, berenang, bersenda gurau, berfoto bersama. Mengobrol ngalor-ngidul sambil menikmati keindahan alam ini. Sebagian sibuk mengambil foto dan membuat video. Termasuk saya.

Tempat ini harus diabadikan, baik dalam gambar, video maupun tulisan. Inilah salah satu destinasi wisata yang benar-benar membekas dalam ingatan saya.

Raja Ampat, tempat yang harus anda datangi sebelum mati. Rasanya kata-kata tadi sangat kasar. Namun menurut saya, begitulah kenyataannya. (zh)

LEAVE A REPLY