Puti Soekarno Juga Ikutan Susun Batu di Seloondo Ngawi Lho!

0
508
Foto: travelingyuk.com

Traveler, pernah mencoba menyusun batu kali? Berhasilkah? Nah, Puti Soekarno nampak menikmati kegiatan seni batu bersusun ini di Seloondo Ngawi.

Rupanya, meyusun batu telah menjadi budaya dan dilestarikan sejak 2 tahun di Obyek Wisata dan Bumi Perkemahan Seloondo Ngawi.

Nama ‘seloondo’ memiliki arti perpaduan dua kata yakni Selo dan Ondo. Selo dalam istilah Jawa bermakna batu dan ondo memiliki arti tangga, sehingga dua kata tergabung menjadi Seloondo bermakna batu bertangga atau bersusun.

Fantastis, lokasi wisata Seloondo sudah ada sejak 7 keturunan ratusan tahun zaman nenek moyang lho.

Puti Soekarno yang asyik menyusun batu. (Foto: akcdn.detik.net.id)

Fenomena wisata alam batu bersusun di obyek wisata dan bumi perkemahan ‘Seloondo’ Dusun Gagar Desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo mulai jadi perbincangan. Bupati Ngawi Budi Sulistiyono dan cawagub Jatim, Puti Soekarno pun mencoba kesenian unik itu.

“Harapan saya soal batu bersusun atau bertumpuk akan menjadi destinasi wisata yang luar biasa. Kita akan garap terus untuk berkembang supaya jadi daya tarik wisata di Ngawi” kata Bupati Ngawi Budi Sulistiyono saat dihubungi detikcom Selasa (6/2/2018).

Upaya memperkenalkan obyek wisata ‘Seloondo’ dengan melestarikan budaya batu bersusun dengan mengadakan Festival Gravitasi Bumi (FGB).

Kegiatan FGB sudah rutin di lakukan sejak Agustus 2016 dan rutin diadakan setiap bulan Agustus oleh pemuda Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ngrayudan.

Dalam Festival Gravitasi Bumi, mempertaruhkan kesabaran. (Foto: bimg.antaranews.com)

“Alhamdulilah kegiatan menumpuk batu di sungai ini luar biasa dari ide pertama kali Pokdarwis buat branding Festival Gravitasi Bumi. Dan ini menjadi daya tarik wisatawan di Ngawi yang mulai fenomenal menumpuk batu,” tutur Bupati Ngawi yang akrab disapa Kanang.

Adanya penghancuran batu bersusun di Sukabumi yang dinilai mengandung mistis, sangat disayangkan Bupati Kanang. Kanang percaya warga Ngawi cerdas dan bisa memilah antara budaya dan mistis.

“Unsur mistis tidak ada, saya yakin warga saya cerdas bisa membedakan antara budaya dan mistis. Batu tumpuk kita lestarikan karena merupakan seni budaya. Asal jangan disembah, buat pesugihan,” pungkasnya.

Puti saat mengunjungi Ngawi juga mencoba menyusun di sungai tersebut. Dengan melepas sepatu, Puti masuk ke sungai dan bermain batu susun di tengah-tengah batu besar di sungai.

LEAVE A REPLY