Pulau Kera, Harta Karun Dari Kupang yang Belum Tersentuh

0
452
Menuju Pulau Kera yang berombak tenang. (Foto: validnews.co)

Traveler, ingin lanjutkan penjelajahan Anda di Kupang, Nusa Tenggara Timur? Ya, timur Indonesia yang penuh dengan harta karun berupa destinasi yang belum tersentuh. Sudah pernah dengar Pulau Kera? Salah satu pulau dekat Kota Kupang termasuk pulau cantik ini.

Letak persis Pulau Kera ini ada di Desa Ulasa, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Mencapai pulau ini hanya perlu menyeberangi Kota Kupang dengan menggunakan kapal penduduk sekitar.

Pulau yang diapit oleh Pulau Timor dan Pulau Semau, ini bisa diakses dari beberapa titik di Kota Kupang, yakni Pelabuhan Tenau, Pelabuhan Perikanan Oesapa, dan Oeba, dengan waktu tempuh antara 1 sampai 2 jam.

Terumbu karang yang kaya akan keindahan. (Foto: sengpaku.blogspot.co.id)

Pulaunya tak begitu tenar, namun seperti biasa, wisatawan asing jauh lebih tahu keindahan tempat terpencil Indonesia daripada wisatawan domestik. Ya, mereka sangat ‘update’ pulau-pulau tersembunyi di Indonesia untuk mencari sepi dan relaksasi lewat keindahan alam yang senyap. Syahdu bukan?

Pulau Sedikit Penduduk

Ya, bisa dibilang kesenyapan pulau ini memang karena penduduk yang sedikit. Pulau ini hanya dihuni tidak lebih dari 100 orang kepala keluarga.

Bentuk rumah di pulau ini sangatlah sederhana, hanya dengan tiang dan penutup seadanya yang mirip gubuk.

Kehidupan penduduk di Pulau Kera amatlah sederhana. Bila Anda bertandang, bawalah makanan bagi penduduk sekitar karena ini bisa sedikit membantu beban hidup mereka. Penduduk Kera juga dikenal sangat ramah dengan para pendatang.

Anak pantai mencari ikan lele laut dengan tombak dan racun pohon Tuba. (Foto: awalnya.blogspot.co.id)

Tak Ada Monyet di Pulau Kera

Saat kali pertama dengar “Pulau Kera”, seperti dilansir liputan6.com, mungkin Traveler kira akan banyak monyet di pulau tersebut, atau bentuk pulaunya seperti kera. Jangan salah sangka, Pulau Kera bukan berarti Pulau Monyet.

Nama ini berasal dari Kata “Kerang” namun lama-lama huruf “ng” hilang sehingga menjadi “kera”, bisa saja karena pengaruh penyebutan penghuni Pulau Suku Bajo yang sering menyebut “ng” menjadi “n”.

Di seberang lautan, Anda sudah bisa memandangi keindahan pantai pasir yang sangat putih layaknya salju. Pasirnya berkilauan menghipnotis wisatawan untuk mendekat dan mengabadikannya.

Ombaknya yang tenang anda bisa membawa Anda bermain sepuasnya di bibir pantai dan melakukan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya.

Ya, Pulau Kera adalah surga yang keindahannya begitu mempesona. Alternatif pilihan bagi Traveler yang ingin refreshing, melepaskan diri  dari kepenatan dan rutinitas aktivitas harian.

LEAVE A REPLY