Pose ‘Injak Tengkorak’ di Ke’te Kesu Buat Geram Warga Toraja

0
676
Ke'te Kesu yang sunyi dan sakral. (Foto: nusaku.id)

Wah, Traveler, pelajarilah terlebih dulu latar budaya sebuah destinasi wisata bila hendak berkunjung. Baru-baru ini, pose ‘injak tengkorak’ di Ke’te Kesu, yang dilakukan dua wisatawan muda menjadi viral dan membuat geram warga Toraja, juga netizen.

Bagaimana tidak, Ke’te Kesu merupakan Makam Toraja amat keramat. Perlu ditegaskan, bahwa situs ini sangat berharga dan ditinggikan oleh warga Toraja di desa adat sekitar. Ini menjadi kawasan cagar budaya dan pusat berbagai upacara adat Toraja.

Dalam foto-foto yang tersebar di media nampak seorang wisatawan berpose ‘injak tengkorak’, lalu lainnya mengangkat dan memainkan salah satu tulang jenazah dan berpose seolah sedang bermain gitar.

Sikap berlebihan wisatawan yang membuat geram. (Foto: travel.akurat.co)

Sangat Dijaga Kesakralannya

Letaknya di bagian tenggara Rantepao, Ke’te Kesu terdiri dari padang rumput dan padi yang mengelilingi rumah adat Tana Toraja, yaitu Tongkonan.

Sebagian rumah adat yang terletak di desa ini diperkirakan berumur sekitar 300 tahun dan letaknya berhadapan dengan lumbung padi kecil.

Bahkan menurut wikipedia, di dalamnya terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih. Di dalam kubur batu yang menyerupai sampan atau perahu tersebut, tersimpan sisa-sisa tengkorak dan tulang manusia.

Arwah leluhur mesti didoakan, bukan dipermainkan. (Foto: nusaku.id)

Hampir semua kubur batu diletakkan menggantung di tebing atau gua. Selain itu, di beberapa tempat juga terlihat kuburan megah milik bangsawan yang telah meninggal dunia.

Beberapa makam adat di Ke’te Kesu bahkan telah ditutup dengan jeruji besi untuk mencegah pencurian patung jenazah adat (tau-tau). Beberapa jenazah dapat dilihat jelas dari luar bersama dengan harta yang dikuburkan di dalamnya.

Untuk memotret tengkorak saja, wisatawan perlu bilang ‘tabe’ yang berarti ‘permisi’. Apabila hendak memberikan semacam rokok, uang logam, kue, dan sebagainya bisa diletakkan di dekat tengkorak tanpa boleh menyentuh atau menggesernya. Hati-hati sekali.

Pose Wisatawan Menghina Adat

Traveler, bila melihat bagaimana warga Toraja menjaga dan merawat makam leluruh, bisa dibayangkan betapa geramnya netizen saat beredar foto pose ‘injak tengkorak’ di berbagai media sosial. Bahkan mereka berharap pelaku ditindak tegas dan mendapat hukuman.

Papan larangan sudah ada dan wisatawan perlu mengindahkannya. (Foto: travel.kompas.com)

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu tokoh pemuda Toraja, Annas Batara. Menurutnya lewat torajadaily.com, hal seperti ini harus menjadi pelajaran bagi para wisatawan yang ingin datang ke Toraja agar bisa mengontrol diri dalam menghargai adat budaya setempat.

Kudu Sarungallo, Pengelola Objek Wisata Ke’te Kesu menegaskan perbuatan pelaku dianggap telah menghina adat dan budaya Toraja yang sangat menghargai dan merawat Jenazah pendahulu.

Ia mengatakan para pelaku sudah dikategorikan telah melanggar adat juga melanggar undang-undang benda purbakala. Miris!

Magnet Desa AdatBerkunjung ke ‘Negeri Atap Angin’ Toraja

LEAVE A REPLY