Pesan Toleransi Dari Gereja Ayam Magelang, Rumah Doa yang Mendunia

0
702
Foto: www.tempatwisatadijogja.xyz

Membaca berbagai kisah tentang Gereja Ayam di Magelang, membuat bulu kuduk berdiri. Bukan, bukan karena kisah seram. Namun justru bagunan ini ada karena petunjuk mimpi tentang pesan toleransi dan perdamaian yang membuat hati menjadi ‘maknyus’.

Seturut populernya film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) II, Gereja Ayam ini memang jadi turut populer, sehingga animo masyarakat untuk berkunjung ke tempat ini sangat besar.

Sungguh luar biasa, setiap hari ratusan pelancong datang berkunjung, hingga jumlahnya membengkak pada akhir pekan atau hari libur panjang.

Bukan Ayam Namun Merpati Simbol Perdamaian

Siapa sangka, bangunan Gereja Ayam ini bukanlah sebuah gereja seperti yang disangkakan banyak wisatawan. Sebenarnya juga, menurut pendiri bangunan, Daniel Alamsyah, yang dimaksud Ayam itu adalah seekor Merpati.

Bangunan ini ‘lahir’ dari sebuah petunjuk mimpi tentang merpati, simbol perdamaian dan Roh Kudus. Konsepnya sendiri adalah rumah doa di atas bukit.

Di puncak Gereja Ayam; keindahan alam vs coretan tangan yang tak bertanggungjawab. (Foto: backpackstory.files.wordpress.com)

Memang sih, jadinya mirip ayam yang sedang mengeram di bukit hijau Magelang, Jawa Tengah, tak jauh dari Borobudur. Tak heran jika akhirnya tenar dengan nama Gereja Ayam.

“Visi Papa sejak awal sebenarnya membangun rumah doa berbentuk merpati, tapi mungkin karena dibangunnya tidak pakai desainer dan yang mengerjakannya juga warga setempat, jadi mungkin hasilnya kurang professional. Akhirnya mungkin jadi lebih mirip dengan ayam. Makanya kemudian disebut Gereja Ayam oleh orang-orang,” tutur William Wenas, putera kelima Daniel Alamsyah, pengelolah Gereja Ayam.

Sepeti diberitakan Viva, menurutnya tidak hanya bentuk bangunan itu saja yang disalahartikan pengunjung, tapi konsep bangunan yang diberi nama rumah doa Bukit Rhema sendiri juga agak kerap keliru dipahami warga yang mengidentikan rumah doa dengan gereja.

‘Rumah Doa’ Bagi Semua Agama

Lukisan tentang kerberagaman Indonesia bisa ditemui di lantai keempat. Foto: www.abc.net.au

“Kita memiliki tim yang selalu menjelaskan pada pengunjung kalau ini bukan gereja, tetapi rumah doa yang mungkin mengusung konsep berbeda dengan rumah doa lain karena rumah ini diperuntukan bagi semua agama,” tambah William.

Pengunjung bisa menulis dan menggantungkan doa serta harapan mereka dalam gedung. Ya, bangunan yang didirikan oleh ayahnya menyediakan ruang bagi semua pemeluk agama yang hendak berdoa.

Selain memiliki sudut bagi umat Kristiani untuk berdoa, pengelola rumah doa ini juga memilihkan sebuah ruangan khusus dan bersih yang menghadap kearah Kiblat bagi umat Muslim. Di dalamnya terdapat peralatan sholat seperti sarung, sajadah, dan mukena.

Pesan toleransi beragama dan keragaman budaya Indonesia diperkuat dengan berbagai keragaman budaya dari seluruh propinsi di Indonesia hingga kekayaan alam dan budaya propinsi Jawa Tengah hingga pesan bahaya anti narkoba yang ditampilkan di dalam Gereja Ayam atau rumah doa Bukit Rhema ini.

LEAVE A REPLY