Penasaran! Ada Toilet Rp 3,3 M di Tempat Wisata Danau Toba Lho!

0
369
Danau Toba, Sumatera Utara (foto: indonesiawow.com)

Traveler, toilet seharga Rp. 3,3 M itu kini siap digunakan di tempat wisata Danau Toba lho! Toilet buatan Kemen PUPR ini cukup menerbitkan rasa penasaran.

Dijelaskan Peneliti Muda Puslitbang Kementerian PUPR Dimas Hastama Nugraha, terdapat dua teknologi yang dibenamkan di dalam toilet tersebut yaitu Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang diciptakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

“Menara itu bertugas mengelola air baku menjadi air bersih dengan Multiple Tray Aerator. Airnya berasal dari embung yang (berada di atas), dialirkan ke bawah menggunakan pipa naik ke atas. Dengan adanya selisih tekanan tinggi 25 meter, sehingga tidak membutuhkan pompa untuk naik ke atas,” terang Dimas kepada Kompas.com, di lokasi, Jumat (23/3/2018).

Foto: bangka.tribunnews.com

Lebih Murah Ketimbang Impor

Teknologi yang dibenamkan senilai Rp 3,3 miliar itu diklaim lebih murah bila dibandingkan teknologi serupa di luar negeri.

Misalkan saja untuk IPAL yang terdiri atas kolam sanita dan biofil, hanya dibangun dengan anggaran Rp 209 juta. Sementara, instalasi IPA yang terdiri atas menara aerasi dan Reverse Osmose (RO) hanya menghabiskan anggaran Rp 498 juta.

“Sebagai informasi, kebetulan DIY (Yogyakarta) itu membangun toilet persis seperti ini, tapi teknologinya impor semua. Ada RO, ada IPAL yang didatangkan dari Swedia, bangunannya luasnya sama, itu sampai Rp 5,5 miliar. Jadi Rp 2,2 miliar lebih mahal,” tambah Dimas.

Toilet ini terdiri atas dua lantai. Lantai pertama terdapat lima toilet wanita dan tiga toilet pria ditambah lima urinoir. Selain itu juga dilengkapi satu toilet difabel, ruang laktasi, pantry, dan mushola.

Sementara di lantai dua, terdapat ruang transparan yang dapat dimanfaatkan sebagai area serba guna berkapasitas 40 orang, area terbuka, dan balkon pemantauan.

Untuk memudahkan masyarakat difabel mengakses lantai dua, toilet ini juga dilengkapi dengan jalan tanjak memutar yang cukup lebar.

Dukung Penilaian UNESCO

Ini semua dilakukan demi menunjang  Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).  Toilet canggih ini dibangun tepatnya di kawasan Wisata Tele, Samosir, Sumatera Utara.

Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian PUPR, Rezeki Peranginangin berharap agar toilet ini nantinya dapat dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya oleh Pemerintah Kabupaten Samosir.

Ya, bukankah  Danau Toba saat ini tengah mengikuti penilaian dari UNESCO sebagai Global Geopark Network? Maka ini digunakan untuk memenuhi kelengkapan kriteria yang diperlukan.

LEAVE A REPLY