Paus Yohanes Paulus II Pernah Beri Kado Spesial untuk Maluku Lho!

0
145
Kado spesial dari Paus Yohanes Paulus II di Bukit Masbait. (Foto: pasiarkei.files.wordpress.com)

Paus Yohanes Paulus II kala itu terkesan dengan kedamaian yang dimiliki penduduk Kepulauan Kei di Maluku. Sebuah kado spesialpun ia anugerahkan bagi wilayah Indonesia yang tak tergoyahkan dengan perbedaan.

Ini sungguh terjadi di tahun 2000. Saat itu kabar berita dari Maluku terdengar amat mencekam. Kerusuhan SARA terjadi dan amat memprihatinkan. Ambon panas dan bergejolak.

Berbeda dengan yang terjadi di Kepulauan Kei. Hidden Paradise-nya Maluku ini rakyatnya tetap aman dan tenteram.

Warga tetap hidup damai dan berdampingan. Meski masyarakatnya berbeda agama, tapi itu tidak menjadi jurang perbedaan dan permusuhan.

Belajar toleransi di Bukit Masbait, Kepulauan Kei ini. (Foto: detikcom/www.puninfo.com))

Toleransi  di Tengah Kerusuhan SARA

“Kei jadi satu-satunya wilayah di Maluku yang tidak mengalami kerusuhan SARA,” kenang Budi Toffi, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Maluku Tenggara yang menemani detikTravel berkeliling Bukit Masbait.

Orang-orang Kristen, menurut Budi,  aman-aman saja saat melintasi Perkampungan Muslim. Pun demikian sebaliknya, umat Muslim aman-aman saja saat masuk ke Perkampungan Kristen.

“Pasti ada rasa takut atau was-was saat orang Kristen masuk desa Muslim, begitu sebaliknya. Tapi di Kei tidak, aman-aman saja,” tutur Budi.

Mendengar kabar ini, Paus Yohanes Paulus II memberikan kado spesial bagi masyarakat Kei. Pemimpin takhta Suci Vatikan waktu itu memberikan patung Yesus Raja atau Yesus Memberkati setinggi 3 meter.

Tak perlu takut di ketinggian, terlupakan oleh keindahan Kepulauan Kei. (Foto: svananegriku.blogspot.co.id)

Patung ini diberikan sebagai lambang perdamaian karena Kei adalah satu-satunya daerah di Maluku yang tidak terpengaruh kerusuhan SARA.

Patung ini dipilih oleh Sang Paus setelah mendapat ilham.

“Katanya, patung Yesus ini berada di salah satu ruangan tertutup di Basilika Santo Petrus. Paus sendiri yang membuka ruangan itu dan menemukan patung ini, lalu dikirimkan ke Kei,” ujar Budi.

Jadi Magnet Wisatawan

Dari Roma, patung dikirim menuju ke Kei. Sampai di Kei, patung ini diarak keliling pulau, termasuk ke pulau-pulau lain di sekitarnya seperti Kepulauan Tanimbar, Aru hingga Saumlaki. Ribuan orang terlibat di acara ini.

Di titik tertinggi Pulau Kei Kecil, di atas Bukit Masbait, patung ini kemudian diletakkan. Berdiri di atas monumen bola dunia setinggi 4 meter yang jika ditotal, tinggi keseluruhan monumen mencapai 7 meter.

Patung Yesus Memberkati ini mirip dengan yang ada di Manado. Sekarang, patung ini jadi magnet bagi wisatawan untuk berziarah.

Tak hanya umat Nasrani, melainkan umat yang beragama lainnya juga berdatangan lho. Setiap akhir pekan, destinasi ini ramai dikunjungi tak hanya wisatawan lokal, tapi juga turis mancanegara.

LEAVE A REPLY