Pasca Insiden Bom, Pariwisata Indonesia Harus Pulih!

0
410
Surabaya. (Foto: Blog duniawisatamu)

Bukan dampak negatif dari insiden bom Surabaya, namun upaya bahu membahu harus ditekankan demi memulihkan kondisi negeri. Meski secara tidak langsung, insiden teror bom ini jelas membawa dampak terhadap pariwisata.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau yang dikenal dengan Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), Asnawi Bahar, mengatakan ada beberapa hal yang harus segera dilakukan terkait insiden tersebut.

Pentingnya ‘Recovery’

“Yang penting bagaimana cara me-recovery! Bagaimana cara kita menyampaikan ke dunia internasional, kalau hal ini terjadi di sebuah wilayah bukan di seluruh Indonesia. Kemudian bagaimana media bisa membantu mengeliminir dampak-dampak yang lebih besar,” ujar Asnawi, dikuti dari CNNIndonesia.com, Senin (14/5).

Ada beberapa hal yang perlu diberitakan positif demi menyelamatkan kondisi Pariwisata Indonesia. Berikut beberapa hal yang menjadi catatan penting Asnawi:

1. Promosikan bahwa daerah-daerah di sekitar Surabaya kondisinya aman.

Malang, Probolinggo, Banyuwangi, dan lain-lain. Asnawi memberi contoh, saat Gunung Agung di Provinsi Bali meletus, daerah yang diekspose adalah Kuta dan Nusa Dua.

2. Tim crisis center Kementerian Pariwisata harus membuat kebijakan-    kebijakan terkait pemulihan.

Menurut Asnawi, road show dan promo ke pasar-pasar utama Indonesia bisa menjadi langkah yang baik. “Kalau perlu acara tersebut (road show dan promo) melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjelaskan kondisinya. Perlu juga penjelasan tentang kondisi Indonesia yang terlalu besar jika hanya dilihat dari sebuah daerah,” katanya.

3. Menteri Luar Negeri menyampaikan kepada negara-negara sahabat, untuk tidak mengeluarkan travel warning.

Menurutnya hal itu penting karena kalau sudah mengeluarkan travel warning, maka hal itu akan menjadi besar dan dikhawatirkan bias.

Terkait pembatalan yang dialami agen-agen perjalanan, khususnya di Surabaya atau Jawa Timur, ia mengatakan belum menerima laporan mengenai hal tersebut. Asnawi mengatakan biasanya lebih banyak yang meminta untuk diatur ulang ketimbang dibatalkan.

Oleh sebab itu, Asnawi  meminta kerja sama semua pihak, khususnya maskapai, hotel, dan restoran untuk memudahkan segala urusan terkait pariwisata jika terjadi kejadian seperti ini.

LEAVE A REPLY