Pariaman Triathlon, Satu Lagi ‘Sport Tourism’ di Sumatera Barat

0
48
Peserta kejuaraan Pariaman Triathlon ATCS 2015 usai berenang berpacu melanjutkan bersepeda pada hari pertama kejuaraan di Pantai Gandoriah, Pariaman Sabtu (28/11/2015). (foto: Singgalang/tomi syamsuar)

Setelah mendunia dengan lomba balap sepeda Tour de Singkarak, Sumatera Barat masih punya agenda bernuansa sport tourism lainnya. Pariaman Triathlon 2017 telah di depan mata.

Kompetisi manusia tangguh itu akan dihelat pada 2-3 Desember 2017 di Pantai Kota Pariaman. Ajang tahunan yang sudah dihelat untuk kali keempat menjadi cara dalam menggali potensi wisata.

Gayung bersambut. Pariaman Triathlon 2017 ini mendapat respon positif dari atlet-atlet mancanegara.

Panitia menyebutkan sejumlah atlet mancanegara itu berasal dari Jerman, New Zealand, Italia, Australia, Amerika Serikat, Spanyol, Belanda, Aljazair, Inggris, Malaysia, Singapura, Taiwan, Austria, Brazil dan tuan rumah Indonesia.

Kelas internasional

Event ini berkelas internasional. Pemkot Pariaman menggandeng Federasi Triathlon Indonesia (FTI) sebagai organisasi resmi penyelenggara triathlon di Indonesia. Praktis, kompetisi ini masuk dalam kalender resmi dari Federasi Triathlon Indonesia.

Effendi Jamal, selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman bahkan sudah berani memberikan garansi, event ini bakal menyedot perhatian para wisatawan mancanegara melihat animo peserta berasal dari luar negeri.

“Sudah banyak negara peserta memberikan konfirmasi berpartisipasi dalam kegiatan ini, Kami berharap melalui event ke-4 ini dapat mendongkrak kunjungan wisata di Kota Pariaman,” kata Effendi, seperti dikutip dari KRJogja.com.

Dalam ajang Pariaman Triathlon 2017, para peserta bakal menguji batas kemampuan fisik mulai dari berenang-berlari-dan mengayuh sepeda dalam rute menantang dengan panorama keindahan alam Pariaman.

Effendi menjelaskan, Pariaman sengaja memilih Pantai Pariaman karena memiliki ombak besar. ”Ombak besar di sini bisa menjadi tantangan tersendiri dan menguras banyak tenaga,” kata Effendi seraya menyebutkan target peserta sebanyak 500 oang.

Selain ombak menantang, Pantai Pariaman menjadi salah satu kota wisata bahari di Indonesia. Dengan panjang garis pantai mencapai 12 KM dan didominasi hamparan pasir putih bersih membuat peserta bukan cuma berkompetisi, tetapi juga bisa menikmati keindahan Pantai Pariaman.

“Terlebih, terdapat 4 pulau eksotik di sekitar pantai sehingga membuat peserta bakal mendapat pengalaman tidak terlupakan mengikuti lomba triathlon di sini,” sambung Effendi.

Sport tourism bisa diandalkan

Sementara itu dukungan juga datang dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, sport tourism menjadi salah satu andalan untuk memperkenalkan destinasi wisata Pariaman dan terutama olahraga dengan unsur fun, memperlihatkan keindahan alam, dan diminati banyak peserta mancanegara, seperti cycling, marathon, half marathon, 10K, triathlon, golf, dan segala modifikasi .

Arie melanjutkan, Pariaman International Thriathlon 2017 ini bisa mengangkat citra pariwisata Indonesia, terutama di Tanah Minang. Lokasi ini sangat strategis. Atlet bisa dengan mudah menjangkau arena. Dari Bandara Minangkabau Padang, waktu untuk menempuh Pantai Pariaman cuma 45 menit dengan jarak 29 km.

“Proximity itu sangat penting dalam menggelar suatu event. Semakin dekat, semakin besar peluang untuk mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY