Papua yang Keren Dengan Taman Nasional Lorentz

0
1922
Hamparan Taman Nasional Lorentz yang kaya. (foto: toptier.id)

Papua. Papua. Papua. Menuliskan soal Papua, tak henti mendecak kagum pada keelokan wilayahnya yang tak terkata. Kali ini betapa keren Papua dengan Taman Nasional Lorentz yang termasuk di dalamnya.  Jayawijaya, Paniai, Merauke, dan Fak-Fak adalah empat Kabupaten di mana Taman Nasional Lorentz berada. Luasnya mencapai 2,4 juta hektar, sehingga diklaim sebagai yang terbesar se-Asia tenggara.

Taman Nasional Lorentz bukanlah kawasan konservasi biasa seperti kawasan lainnya karena sejak 12 Desember 1999 PBB melalui UNESCO secara resmi menetapkannya sebagai situs alam warisan dunia. Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan ekosistem terlengkap dari keanekaragaman hayati di Asia Pasifik.

Gletser di Puncak Jaya termasuk bagian dari Taman Nasional Lorentz. (foto:otonomi.co.id)

Dalam Wikipedia, selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Ballem. Terdapat 34 tipe vegetasi di antaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput dan lumut lerak.

Taman Nasional Lorentz ini juga ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Kebudayaan tersebut diperkirakan berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman Suku Nduga, Dani Barat, Suku Amungme, Suku Sempan, dan Suku Asmat. Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern.

Taman Nasional Lorentz yang masih terbatas aksesnya. (foto: kabarwisata.com)

Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Perlakuan yang sama juga diberikan kepada gunung, sungai, dan sebagainya.

Lorentz dikembangkan sebagai taman nasional mulai tahun 1997. Fasilitas wisatanya terbilang masih terbatas. Sehingga wisatawan harus mempersiapkan segalanya dengan matang, sebelum datang berkunjung. Ini memang daerah wisata yang menarik, namun belum dikelola secara optimal.

Taman Nasional Lorentz ini juga ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan, Suku Asmat termasuk di dalamnya. (foto: www.penabiru.com)

Menurut penabiru.com, musim kunjungan terbaik adalah bulan Agustus hingga Desember. Untuk mencapai kawasan ini, Anda bisa menempuhnya dari Kota Timika. Penerbangan perintis bisa diandalkan untuk sampai di kawasan Utara kota tersebut. Perjalanan dilanjutkan ke arah Selatan, dengan menumpang kapal laut yang berada di Pelabuhan Sawa Erma. Selepas turun dari kapal, Anda bisa mengikuti jalan setapak hingga sampai di Puncak Trikora.

Pengetahuan dasar pendaki gunung, teknik navigasi dan survival, harus dikuasai oleh wisatawan. Pastikan tubuh Anda dalam kondisi prima. Demi kelancaran petualangan Anda, sebaiknya hubungilah pengelola taman nasional ini sebelum memutuskan untuk mengunjunginya. Pemandangan alam di Taman Nasional Lorentz  dijamin luar biasa. Bagi Anda penggemar fotografi, Anda akan menemukan banyak titik cantik, yang bisa menjadi bidikan kamera.

LEAVE A REPLY