Palangkaraya, Calon Ibu Kota Negara yang Cantik Namun Sepi

0
627

Sejak wacana Ibu Kota Negara akan dipindahkan dari Jakarta, Kota Palangkaraya sontak menjadi sorotan media. Walaupun wacana ini sudah sangat lama, namun karena Pemerintah saat ini tampak serius ingin menjalankannya tentu layak dicermati.

Untuk itulah, dalam kunjungan kali ini, tim Travel Today Indonesia mencoba melihat dan menjelajahi Palangkaraya.

Terkejut! Mengapa?

Jembatan Kahayan.

Sebelum berkunjung ke Kota Palangkaraya, kami telah terlebih dulu ke Kota Banjarmasin, Martapura, Mentawai dan beberapa kota kecil lainnya. Sehingga kami masuk kota melalui Jembatan Kahayan, bukan langsung dari jalur utama Banjarmasin–Palangkaraya. Begitu masuk kota lumayan terkejut juga. Kami mendapati suasana yang sangat berbeda dengan kota-kota di Kalimantan pada umumnya.

Jalan-jalan utama kota dibangun lebih lebar dan ditata dengan rapi. Di tengah jalan yang biasa dipasang separator pembatas jalan justru dibangun taman-taman yang juga cukup luas dan membuat kota ini menjadi sangat hijau dan menyejukkan mata.

Kota ini juga sangat memanjakan pejalan kaki. Tampak lebar trotoar dan jalan raya hampir sama. Di kiri-kanan jalan juga terdapat taman-taman kota yang membuat suasana makin asri dan menjadi pembatas yang lebar antara trotoar dengan gedung-gedung di sisinya.

Titik Sentral

Gedung DPRD Kalimantan Tengah.

Kota Palangkaraya mempunya titik sentral berupa taman besar berbentuk lingkaran yang berada di tengah pusat kota. Hampir serupa dengan Bundaran HI di Jakarta atau Simpang Lima yang berada di kota Semarang. Titik sentral ini menjadi tempat berkumpulnya warga kota di sore dan menjelang malam hari karena lumayan luas dan bisa menampung ribuan orang.

Dari pusat kota ini anda bisa memutuskan untuk berkeliling kota ke berbagai arah sesuai dengan tujuan anda. Tampaknya kota ini dari awal sudah didesain sebagai kota metropolitan dan calon ibu kota negara yang mengacu ke kota-kota besar dunia.

Di sekitar lingkaran ini terdapat banyak gedung pemerintahan dan juga rumah dinas jabatan. Bentuk gedung yang dicat serba putih dengan atap berbentuk rumah adat khas Kalimantan, membuat kota ini terlihat makin cantik. Seperti rumah dinas Gubernur yang membelakangi Gedung DPRD. Tidak jauh dari sana juga terdapat Kantor Gubernur, berbagai kantor dinas pemerintah, hotel, dan juga pusat perbelanjaan.

Mari kita telusuri!
Tugu 17 Juni di Palangkaraya.

Jika anda ingin berwisata sambil belajar sejarah kota. Dari titik ini berjalanlah ke belakang rumah dinas gubernur. Anda akan menemukan Gedung DPRD. Di seberang kantor DPRD terdapat tugu yang menandai pemancangan pertama pembangunan Kota Palangkaraya.

Tugu ini bertanggal 17 Juni 1957 dan ditandatangani oleh Presiden Sukarno. Dan di sebelahnya dibangun Patung Presiden Sukarno yang tampak gagah dan berwibawa dengan tangan menunjuk ke arah tugu. Patung ini diberi nama Tugu Sukarno. Tentu saja untuk mengingatkan bahwa ide pembangun kota ini berawal dari Presiden Sukarno dan sejak itu digadang-gadang akan menjadi ibu kota negara.

Tugu Sukarno di Palangkaraya.

Di belakang tugu terdapat dermaga kecil yang berada di tepi Sungai Kahayan. Dari dermaga ini kita dapat melihat keindahan Jembatan Kahayan. Dermaga ini juga sekaligus menjadi tempat wisata keluarga bagi warga dan pendatang di Kota Palangkaraya. Selain tempatnya yang bagus dengan pemandangan yang indah, di sini juga banyak terdapat restaurant dan cafe yang menyediakan makanan untuk para pengunjung. Cocok sekali buat bersantai bersama keluarga dan pasangan.

Tidak jauh dari sana terdapat taman kota yang tampak masih baru dibangun. Taman dengan air mancur dan banyak patung ini berada di tepi Sungai Kahayan dan diberi nama Pasuk Kameluh. Jika menjelang sore dan malam hari, taman ini dipenuhi oleh warga Kota Palangkaraya yang ingin bersantai ria.

Tidak hanya itu. Tempat ini juga menjadi tempat wajib berswafoto. Banyak spot yang menarik para wisatawan. Bisa duduk-duduk di banyak kursi di tengah taman yang bersih dan rapi. Atau bergerak ke pinggir sungai menjadikan Sungai Kahayan sebagai latar belakang foto anda. Dan yang paling ramai tentu saja befoto dengan latar belakang Jembatan Kahayan yang tampak kokoh dan megah.

Kota yang sepi

Sayangnya jika di siang hari kota ini tampak sepi. Sangat berbeda dengan kota tetangganya Banjarmasin. Jalanan tampak luas dan lengang. Akan sangat jarang melihat orang berjalan kaki ataupun sekedar duduk di taman-taman yang dibangun sebagai fasilitas publik.

Ketika tim Travel Today Indonesia masuk ke pusat perbelanjaan juga sangat sedikit orang yang berlalu-lalang. Begitu juga ketika mengunjungi taman hiburan keluarga yang berada di seberang kota. Tidak ada penjaganya dan yang datang bisa dihitung dengan jari.

Kota ini belum menjadi magnet untuk orang bermigrasi dari desa ke kota. Ataupun berinvestasi untuk mempercepat kemajuannya. Tidak tahu nanti, jika benar dijadikan ibu kota Negara. Tentu saja semua akan berubah. (zh)

LEAVE A REPLY